Menu

20 Mei 2019, 05:40 WIB

Jangan Sembarangan Pakai Roofbox saat Mudik, Awas Kena Tilang

Ilustrasi Roofbox. | Sumber Foto:(roofbox.co.uk)

SUKABUMIUPDATE.com - Pemudik dengan mobil ada yang memasang roofbox karena membawa barang bawaan berlebih. Namun kebanyakan orang belum tahu bahwa memasang roofbox ternyata ada aturannya.

Salah seorang anggota Regident Ranmor Lalulintas Polda Metro Jaya mengatakan, terdapat beberapa pasal yang mengatur tentang itu semua seperti ada dalam Pasal 131 huruf e dan pasal 132 ayat (2) dan ayat 7 PP No 55 Tahun 2012 tentang kendaraan Jo Pasal 50 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

"Kendaraan yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan, daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat," ujar petugas tersebut kepada Antara, Sabtu 18 Mei 2019.

Menurut dia, apa pun yang merubah bentuk dimensi dan daya angkut pada kendaraan yang menyebabkan bobot bertambah adalah melanggar aturan, yang berpotensi dikenakan sanksi berupa tilang. "Nahhh.. peraturan ini sudah ada dari 2009, cuma memang baru di “galakan” sekarang ini," ungkapnya.

Selain penambahan roofbox hasil mofifikasi pemilik, sebagian kendaraan yang beredar di Indonesia sudah dilengkapi rooftrack yang sudah bersertifikasi, sehingga aman digunakan. "Hal ini jelas tidak melanggar undang-undang yang saya sebutkan di atas karena sudah jelas ada sertifikasinya dari ATPM itu sendiri," lanjutnya.

Jika pengguna mobil ingin mengubah atau memodifikasi kendaraannya dengan menambahkan rooftbox untuk mengangkut beban lebih maka sebaiknya mengajukan sertifikasi.

Lebih lanjut ia menyarankan saat mudik atau berpergian jauh harap diperhintungkan matang-matang tentang barang apa saja yang akan dibawa sehingga tidak harus memasang roofbox. "Pengendara harus lebih bijak dalam mengambil keputusan terutama dalam modifikasi kendaraan mereka," ia menegaskan.

Berkendara dengan mengangkut daya yang berlebih bisa membahayakan pengendara dan penumpangnya. Sebagai pengendara yang baik juga harus menghargai undang-undang yang sudah diberlakukan.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Mendengarkan cerita dongeng jadi salah satu kegiatan yang disukai anak-anak. Tidak hanya anak, tidak sedikit orang dewasa yang masih menyukai kegiatan ini karena memang menarik. Di balik itu...

SUKABUMIUPDATE.com - Tak ada penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP, Pasien Dalam Pengawasan atau PDP, hingga tambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sukabumi hari ini, Minggu (7/6/2020). Hal...

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pasien Covid-19 yang merupakan warga Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi diperbolehkan pulang dari RSUD Jampang kulon setelah hasil swab test ke-4 dinyatakan negatif. Pengambilan swab test...

SUKABUMIUPDATE.com - Sungguh sadis kelakuan UA (32 tahun). Warga Gang Bungsu Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur ini tega membakar kakaknya sendiri gara-gara tak diberi uang. LJ (45 tahun) harus...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya