Menu

12 Peb 2019, 11:14 WIB

Begini Cara Menghilangkan Bau Apek pada Helm Kesayangan

Seorang pedagang membersihkan dagangan helm nya di Toko Helm, Pasar Kembang, Surabaya, Jatim, Rabu (8/8). | Sumber Foto:ANTARA/M Risyal Hidayat.

SUKABUMIUPDATE.com - Helm menempel di kepala sehingga perlu perawatan untuk menjaga menyamanan dan memaksimalkan fungsinya. Saat terik siang hari, penggunaan helm akan membuat kepala berkeringat kemudian membasahi lapisan dalam helm sehingga muncul bau apek. Saat hujan pun bisa menyebabkan kondisi lembab pada helm yang berujung pada munculnya aroma yang kurang sedap.

Executive Director RSV Helmet Richard Ryan berbagi cara merawat kebersihan helm sekaligus menghilangkan bau keringat pada helm kesayangan. Langkah pertama yang mudah dilakukan pemilik adalah membuka visor helm seusai digunakan.

"Selalu buka visor sehabis digunakan sehingga ada sirkulasi udara, supaya enggak bau keringet," kata Ryan di Jakarta, Senin 11 Februari 2019. Setelah itu, pemilik helm harus membersihkan lapisan busa pada helm, setidaknya seminggu sekali jika digunakan setiap hari.

"Lepas semua padding atau inner helm. Tergantung pemakaian juga kapan harus melepas dan membersihkan inner padding helm kita," kata dia.

"Saran saya kalau dipakai tiap hari, lepas semua inner-nya satu minggu sekali. Makannya selalu beli helm yang padding-nya bisa dilepas," ujarnya.

Selanjutnya, pemilik helm juga bisa mencegah bau apek dengan menyemprotkan spray yang mampu menetralkan aroma. Ia menggarisbawahi agar tidak menggunakan spray beraroma harum karena berpotensi membuat pengguna pusing karena menghirup wewangian itu selama berkendara.

"Cari spray pembersih helm yang tidak berbau harum. Menurut saya yang benar itu untuk menghilangkan bau jadi tidak harum. Pusing juga kalau dalam helm-nya jadi harum," katanya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Satreskrim Polres Bogor kembali menangkap pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks terkait virus corona melalui media sosial berinisial RD (48) warga Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dilansir dari suara.com,...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Psikolog lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Maya Sita mengatakan masyarakat dapat mengelola emosi untuk mengatasi tekanan psikologis saat harus bekerja di rumah di tengah wabah...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menyatakan, warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat...

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana kasus korupsi yang kemungkinan bebas bila Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly benar-benar merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya