Menu

04 Apr 2019, 11:11 WIB

Belum Sebulan, Ratusan Pemotor Ditilang Merokok Saat Berkendara

Dirlantas Polda Metro Jaya sosialisasi tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di simpang Sarinah dan simpang patung kuda Arjuna Wiwaha, Senin, 15 Oktober 2018. | Sumber Foto:Tempo/M Yusuf Manurung.

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak aturan baru yang melarang pengendara motor sambil merokok, sudah ratusan warga yang ditilang. Total mencapai 652 kasus yang sudah terjadi termasuk yang disebabkan karena mengganggu konsenterasi berkendara selain karena merokok dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

“Pelanggar sudah mencapai 652 kasus dari asp mengganggu konsentrasi dan tidak wajar,” ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir, seperti dikutip dari situs resmi ntmcpolri.

Jumlah tersebut terhitung sejak aturan tersebut berlakuk pada 11 Maret 2019. Penindakan tilang itu dilakukan oleh polisi berdasarkan aturan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) yang mengeluarkan larangan merokok saat berkendara.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor 12 tahun 2019 yang mengatur tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. pengendara sepeda motor dilarang merokok sambil berkendara, sebab hal itu akan mengganggu keselamatan pengguna jalan. Bagi pengendara yang melanggar, akan dikenakan pasal 283 pelanggaran UU Nomor 22 Tahun 2009.

Lebih lanjut, Nasir menjelaskan larangan merokok tersebut diberlakukan karena dinilai dapat mengganggu konsentrasi, sehingga memungkinkan potensi yang dapat menyebabkan bahaya.

"Itu masuk dalam aktivitas mengganggu konsentrasi dan berpotensi membahayakan, masuknya dalam teknis keselamatan, secara etika, secara priorita juga tidak baik. Kalau ditanya soal pelanggaran atau tidak, karena sudah jelas dan ada aturanya berarti masuk dalam pelanggaran pidana lalu lintas,” lanjutnya.

“Sebanyak 652 pelanggar itu dikenakan denda Rp750 ribu. Urus denda di pengadilan atau bayar melalui Bank BRI,” tambah Nasir.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Polres Sukabumi melakukan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka Operasi Lilin Lodaya 2019 di aula Mapolres Sukabumi, Jumat (13/12/2019). Operasi Lilin Lodaya ini dalam rangka pengamanan Natal...

SUKABUMIUPDATE.com - Suasana liburan yang menyenangkan jangan sampai membuatmu lengah akan keamanan. Pastikan semua barang berharga, seperti uang, ponsel, kartu kredit, kartu identitas, paspor, dan bawaan penting lainnya aman...

SUKABUMIUPDATE.com – Dua lembaga dari Amerika, ARC (American Red Cross) dan USAID (United State Agency for Internaional Development) memilih Kota Sukabumi sebagai pilot project program kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa...

SUKABUMIUPDATE.com - Kaum Tsamud membangun permukiman di Madain Saleh sekitar 470 km dari Madinah. Perkampungan mereka, dibangun sekitar 800 SM, dengan memahat dinding batu. Mereka dalam Alquran, dikisahkan menentang...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya