Menu

Jumat, 11 Januari 2019, 10:53 WIB

Ada Gempa Beruntun di Selat Sunda, Penyebabnya Misterius

Ilustrasi gempa. | Sumber Foto:abcnews.com

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat rentetan belasan gempa di Selat Sunda, Kamis sore, 10 Januari 2019. Lokasi sumber gempa beruntun itu berada dalam radius 36,5 km dari Gunung Anak Krakatau.

"Penyebabnya belum tahu, misteri," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, Kamis malam.

Pada hari Kamis di wilayah Selat Sunda terjadi aktivitas gempa beruntun sebanyak 11 kali. besaran gempanya bermagnitudo 3,1, kemudian M=3,0, M=3,1, M=3,3, M=3,3, M=3,9, M=4,1, M=3,5, M=4,0, M=2,8 dan M=2,8.

Meskipun besarannya beragam, kedalaman titik sumber gempanya seragam, yaitu satu kilometer. Waktu kejadian rentetan gempa itu mulai 16.59 WIB – 18.35 WIB. Aktivitas gempa ini berada dalam radius 36.5 km dari Gunung Anak Krakatau.

Hasil monitoring BMKG melalui Tide Gauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Water Level milik BMKG menunjukkan hingga pukul 18.35 WIB aktivas gempa tersebut tidak menyebabkan peningkatan ketinggian muka air laut (tsunami) di sepanjang pantai Selat Sunda.

Menurut Daryono, aktivitas gempa tersebut terdeteksi di tujuh stasiun seismik milik BMKG yakni di Tangerang, Serang, Cigeulis, Muara Dua, Bandar Lampung, Sukabumi, dan Liwa.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Terjadi dua angin puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan Karawang, Jumat, 11 Januari 2018. Kejadian pada Jumat siang dan sore, 11 Januari 2019 itu merusak ratusan rumah. Mayoritas...

SUKABUMIUPDATE.com – Laman berita teknologi The Verge mengabarkan, Instagram melakukan perbaruan untuk fitur Stories. Kini, fitur berbagi foto dan video tersebut bisa dibuka dan dilihat di browser komputer desktop. Pembaruan tersebut dilakukan Instagram pada pekan ini...

SUKABUMIUPDATE.com - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Centre (CISSReC) meminta pemerintah membangun media sosial dan aplikasi "chat" lokal terkait dengan predator...

SUKABUMIUPDATE.com - Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung membuat alat bernama Integrated Carbondioxide Hazard Alert System (ICHAS). Alat tersebut dibuat untuk mendeteksi ancaman gas karbondioksida (CO2) yang bisa membunuh, terutama...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya