Menu

02 Sep 2018, 13:20 WIB

Marak Rabun Jauh, Cina Kendalikan Jumlah Video Game Online

Peserta dengan kostum Cosplay berfoto selfie saat menghadiri China International Comics Games Expo di Shanghai, Cina, 7 Juli 2017. | Sumber Foto:REUTERS/Aly Song

SUKABUMIUPDATE.com - Cina akan mengontrol jumlah video game online terbaru dan mengambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak muda dalam bermain game.

Instruksi itu dimasukkan dalam dokumen yang diterbitkan di situs web kementerian pendidikan, yang menguraikan bagaimana Cina akan menanggapi tingkat miopia atau rabun jauh yang semakin memburuk di kalangan anak muda.

Badan Administrasi Umum Pers dan Publikasi akan "menerapkan kontrol pada jumlah total permainan video online, mengontrol jumlah video game baru yang dioperasikan secara online, menjelajahi sistem pengingat usia sesuai dengan kondisi nasional Cina, dan mengambil langkah-langkah untuk membatasi jumlah waktu bermain game," kata dokumen itu, dikutip dari Reuters.

Dokumen itu juga menyalahkan tingginya tingkat rabun jauh pada beban studi yang berat, penyebaran ponsel dan perangkat elektronik lainnya, dan kurangnya kegiatan luar ruangan dan olahraga.

Cina memiliki pasar video game terbesar di dunia. Proses persetujuan penerbitan game di negara itu telah menjadi sorotan belakangan ini ketika perator game terbesar Cina, Tencent, mengalami penurunan pendapatan yang langka terjadi karena salah satu game-nya terjebak dalam pembekuan persetujuan.

Dokumen itu juga meminta orang tua untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak mereka dalam menggunakan telepon seluler dan perangkat elektronik lainnya, dan merekomendasikan anak-anak untuk menghabiskan lebih dari satu jam di luar rumah setiap hari, demikian Reuters.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Satreskrim Polres Bogor kembali menangkap pelaku penyebar kabar bohong atau hoaks terkait virus corona melalui media sosial berinisial RD (48) warga Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dilansir dari suara.com,...

SUKABUMIUPDATE.com - Dilansir dari tempo.co, Psikolog lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Maya Sita mengatakan masyarakat dapat mengelola emosi untuk mengatasi tekanan psikologis saat harus bekerja di rumah di tengah wabah...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru bicara pusat informasi dan koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi Harun Alrasyid menyatakan, warga Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal di RSUD Sekarwangi Cibadak pada Jumat...

SUKABUMIUPDATE.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis daftar narapidana kasus korupsi yang kemungkinan bebas bila Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly benar-benar merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya