//
Menu

20 Nov 2020, 06:01 WIB

WhatsApp Bikin Kampanye Empaskan Hoax Semudah ABC, Apa Itu?

Ilustrasi WhatsApp. | Sumber Foto: (knowitinfo.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Aplikasi pesan WhatsApp menghadirkan kampanye baru bernama “Hempaskan Hoaks Semudah ABC: Jari Pintar untuk Negeri”. Kampanye publik itu bertujuan untuk mitigasi penyebaran hoax melalui WhatsApp dengan cara yang mudah diingat.

Dalam konferensi pers yang dilakukan melalui video konferensi, Direktur Komunikasi WhatsApp Asia Pasifik, Sravanthi Dev, menerangkan cara yang mudah diingat itu. “Ketika menerima pesan yang belum tentu benar, sebaiknya ABC yaitu Amati isinya, Baca sampai habis, lalu Cek sumbernya,” ujar dia, Kamis 19 November 2020.

Dalam menangkal misinformasi dan disinformasi, WhatsApp sebelumnya sudah melakukan beberapa langkah yakni melabeli pesan diteruskan dengan panah tunggal dan melabeli pesan sering diteruskan dengan panah ganda.

Selain itu, juga membatasi penerusan pesan hanya kepada 5 akun dalam satu waktu. Ini disebut mampu mengurangi jumlah pesan yang diteruskan lebih dari 25 persen. Ada pula cara membatasi pesan sering diteruskan hanya kepada 1 akun dalam satu waktu--ini mengurangi jumlah pesan yang sering diteruskan sebanyak 70 persen.

Sravanthi mengatakan, aplikasi besutan Facebook itu terus memberikan edukasi dan mendorong agar pengguna bisa tetap aman dalam menggunakan WhatsApp. “Kami bekerja sama dengan pemerintah dan komunitas. Berdonasi kepada IFCN untuk melawan misinformasi serta meluncurkan chatbot dengan MAFINDO dan international fact checking network di lebih dari 70 negara,” kata Sravanthi menuturkan.

WhatsApp juga, Sravanthi berujar, telah menghubungkan pengguna ke dalam basis data terbesar untuk disinformasi seputar Covid-19 yang sudah disanggah. Selain itu, membuat kampanye menarik dengan jingle “Kampanye Jari Pintar ABC Hempaskan Hoax” yang dibuat khusus dan dance challenge bersama keluarga. 

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ada banyak jenis makanan yang tidak sehat dan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak memilikinya. Ini terjadi karena kecanduan makanan. Dilansir dari Tempo.co, ini terutama terjadi pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal serumah dengan orang yang positif Covid-19 bisa membuat khawatir dan stres. Meskipun penting untuk merawat yang sakit, orang juga perlu menjaga kesehatan sendiri karena mungkin saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan asrama haji akan menjadi tempat untuk karantina jemaah umrah sebelum berangkat. Ia menyebut lamanya karantina maksimal tiga hari. "Karena memang kita sudah sepakat...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) nomor 22 tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya