Menu

06 Agu 2020, 16:00 WIB

Sering Dibuat Pupuk, Kok Bisa Amunium Nitrat Timbulkan Ledakan di Lebanon

Ilustrasi Amonium Nitrat. | Sumber Foto:Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut, Lebanon Selasa (4/8/2020) malam, menyebabkan lebih dari 100 orang tewas, dan lebih dari 4.000 orang luka parah.

Dilansir dari suara.com, ledakan diduga disebabkan penyimpanan amonium nitrat yang meluluhlantakkan kota yang kini hanya menyisakan kerangka bangunan. Diprediksi korban masih akan terus bertambah, mengingat belum selesainya evakuasi dan banyak yang berada di bawah puing reruntuhan. 

Mengutip Live Science, Rabu (5/7/2020) Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab pernah menyebutkan tersimpan sebanyak 2.700 metrik ton atau setara 2.900 ton amonium nitrat sudah tersimpan di pelabuhan tersebut sejak 2014 lalu.

Lalu mengapa amonium nitrat bisa menghasilkan ledakkan? Padahal zat ini rata-rata digunakan sebagai pembuatan pupuk.

Amonium nitrat untuk pembuat pupuk berfungsi menambahkan kandungan nitrogen (N2), yang berfungsi sebagai cadangan makanan untuk tumbuhan. 

Selain pembuatan pupuk perlu diketahui juga amonium juga digunakan dalam pembuatan bom. Amonium adalah sejenis garam yang terbuat dari amonium dan asam nitrat yang sangat eksplosif atau mudah meledak.

Semakin banyak kandungan amonium nitrat atau NH4-NO3, maka semakin kuat dan besar daya ledaknya. Senyawa ini juga dikenal sebagai pengoksidasi atau pemersatu zat dan menghasilkan reaksi kimia, dalam hal ini antara nitrogen dan api.

Sehingga apabila amonium nitrat yang mengandung nitrogen bertemu dengan api sebagai pemantiknya, maka terjadilah reaksi kimia dalam hal ini ledakkan. 

Sedangkan dalam insiden di Beirut para ahli memprediksi percikan api menjadi pemicunya. Reaksi kimia berupa ledakkan di Beirut ini menghasilkan dua gas yaitu nitrogen oksida dan uap air. Itulah mengapa terjadi dua kali ledakkan, ledakkan pertama menyebabkan kebakaran, dan ledakkan yang kedua menghasilkan gumpalan asap seperti jamur apokaliptik.

sumber: suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Aplikasi pesan WhatsApp akan melakukan pembaruan yang memungkinkan pengguna untuk menghapus gambar, video atau arsip lain berformat gif di ponsel orang lain setelah mengirimkannya kepada mereka. Melansir Tempo.co,...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di perlintasan rel kereta api Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Rabu (30/09/20) sekira pukul 19.30 WIB. Kejadian tersebut dialami...

SUKABUMIUPDATE.com - Whatsapp grup warga Sukabumi, Rabu malam ini (30/9/2020) dihebohkan dengan informasi penangkapan dua pria di Kampung Susukan, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Dalam sejumlah video yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi membuka rekrutmen untuk posisi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Pilkada Kabupaten Sukabumi tahun 2020. Koordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya