Menu

07 Jul 2020, 20:00 WIB

Ini Operasi Pembersihan Laut Terbesar, Angkut 100 Ton Sampah Plastik

Pengangkutan sampah plastik. | Sumber Foto:Oceanvoyagesinstitute.org

SUKABUMIUPDATE.com - Operasi pembersihan lautan baru-baru ini telah mengangkut sekitar 103 ton sampah plastik dan jaring ikan, dari Great Pacific Garbage Patch yang terletak di antara pantai California dan Hawaii.

Dilansir dari suara.com, pembersihan tersebut dilakukan selama 48 hari oleh Ocean Voyages Institute yang mengatakan bahwa ini adalah pembersihan laut terbuka terbesar dalam sejarah.

Selain mengangkut sejumlah besar sampah konsumen, objek-objek lain yang termasuk dalam pembersihan itu juga mencakup peralatan penangkapan ikan komersial dan jaring harimau yang dibuang sembarangan ke laut. Sayangnya, sampah plastik ini telah merenggut beberapa korban saat ditemukan sejumlah kerangka kura-kura terbungkus tali.

"Kami melampaui target kami dalam menjaring 100 ton plastik dan di masa-masa yang penuh tantangan ini, kami terus membantu memulihkan kesehatan lautan kita," ucap Mary Crowley, pendiri dan direktur eksekutif Ocean Voyages Institute, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (7/7/2020).

Great Pacific Garbage Patch dapat ditemukan antara Hawaii dan California di salah satu daerah paling terpencil di Samudera Pasifik. Diperkirakan itu berisi sekitar 80.000 ton sampah plastik, yang sebagian besar berasal dari penangkapan ikan komersial dan operasi maritim. Tambak sampah ini dibentuk oleh arus laut yang berputar, yang menyapu plastik menjadi satu area.

Diprediksi hingga 12,7 juta ton plastik memasuki lautan Bumi setiap tahun, dengan jumlah total 150 juta ton yang saat ini beredar di lingkungan laut.

 

Mulai dari flekmikroskopis mikroplastik hingga jaring raksasa, semua sampah yang tidak terurai ini menjadi ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati laut. Dalam salah satu contoh yang sangat mengejutkan, para ilmuwan di Filipina menemukan seekor paus sekarat yang menelan lebih dari 40 kilogram sampah plastik, termasuk karung es, tas belanjaan, dan tas perkebunan.

Di sisi lain, yang mengkhawatirkan dalam sebuah laporan ilmiah baru-baru ini telah mendokumentasikan setidaknya empat paus sperma, tiga paus paruh, dua paus balin, dan lima cetacea lain berenang di dalam Great Pacific Garbage Patch, di mana pembersihan sampah baru-baru ini terjadi.

sumber: suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan Kantor Telkom cabang Cicurug, Kabupaten Sukabumi sementara ditutup. Hal itu disampaikan kepada masyarakat melalui surat bertuliskan "Pelayanan Sementara Ditutup" yang disematkan pada pos satpam. Kabar beredar, penutupan ini...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif bertambah 4.432 orang, pada Kamis, 22 Oktober 2020. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sampai pukul 12.00 WIB, jumlah kasus harian positif...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Percepatan Penanganan (STPP) Covid-19 Kota Sukabumi mengumumkan adanya 8 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru pada Kamis (22/10/2020). Dengan penambahan tersebut, total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota...

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Usep Wawan melaksanakan reses ke tiga tahun 2020 di Kampung Pasir Malaka, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu. Menggunakan protokol kesehatan Covid 19, anggota DPRD dari...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya