Light Dark

Virus Corona Punya 5 Kelemahan, Tak Hanya Sabun dan Disinfektan

Science | 05 Apr 2020, 09:00 WIB
Ilustrasi virus corona. | unsplash.com

SUKABUMIUPDATE.com - virus Corona baru menyebar dengan cepat. virus penyebab COVID-19 ini telah menginfeksi lebih dari satu juta orang di seluruh dunia dalam waktu singkat. Melansir dari tempo.co, tak heran banyak orang yang khawatir, apalagi belum ada vaksin dan obat yang tepat. Tapi, tahukah Anda bahwa virus ini juga punya kelemahan?

Kelemahan virus Corona ini bisa dimanfaatkan untuk mencegah penularan, sehingga risiko Anda terkena COVID-19 pun bisa lebih rendah. Sejauh ini, para ilmuwan, peneliti, dan petugas kesehatan, telah menyusun cara mencegah penularan COVID-19 melalui kelemahan-kelemahan tersebut.

Berikut lima kelemahan virus Corona yang perlu Anda ketahui.

1. Mudah hancur dengan sabun

Apa itu pelarut lemak? Ya betul, pelarut lemak adalah Sabun yang sehari-hari kita gunakan. virus corona, bisa hancur dan mati jika terkena sabun. Itulah sebabnya, kita dianjurkan untuk rajin cuci tangan dengan air dan Sabun untuk mencegah infeksi Covid-19.

Lalu, mengapa Sabun efektif untuk membunuh virus corona? Jawabannya ada pada susunan virus itu sendiri. virus Corona pada intinya tersusun atas tiga bagian, yaitu DNA atau RNA yang menjadi inti dari virus, protein yang merupakan bahan baku virus untuk memperbanyak diri, dan lapisan lemak sebagai pelindung luarnya.

Ketiga bagian tersebut sebenarnya tidak terikat dengan kuat satu sama lain. Sehingga, saat lapisan lemak tersebut hancur karena sabun, maka virus tersebut pun akan hancur dan mati.

Jadi, imbauan untuk mencuci tangan adalah langkah yang valid dan sangat efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Jika Anda rajin cuci tangan dengan Sabun dan air mengalir, maka kemungkinan virus berpindah dari tangan dan masuk ke dalam tubuh akan berkurang drastis.

2. Bisa dikalahkan oleh antibodi

Infeksi COVID-19 bisa terjadi dalam beberapa tingkat keparahan, mulai dari yang ringan hingga parah. Pada pasien COVID-19 yang memiliki gejala ringan, infeksi ini bisa sembuh dengan sendirinya selama daya tahan tubuhnya baik.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Australia mengamini bahwa salah satu kelemahan virus Corona adalah dalam menghadapi antibodi yang sehat. Penelitian ini melihat secara teratur kadar antibodi yang dihasilkan oleh seorang pasien COVID-19 berusia 47 tahun dengan gejala ringan hingga sedang.

Pasien tersebut tidak memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi atau diabetes. Kondisi tubuhnya secara keseluruhan sehat dan hanya terdapat satu infeksi yang sedang terjadi, yaitu Covid-19.

Pada hari ke 7-9 sejak gejala COVID-19 pertama kali muncul pada pasien tersebut, sejumlah antibodi mulai terbentuk di tubuh. Ini tandanya, tubuh tengah mengeluarkan berbagai senjatanya untuk berusaha melawan virus corona. Beberapa hari setelah antibodi terbentuk, tubuh pasien tersebut mulai membaik.

Memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar lagi untuk melihat pola “peperangan” antara virus Corona dan antibodi. Namun, penelitian di atas bisa dijadikan sebagai pengingat pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menjalani gaya hidup yang sehat.

3. Bisa dibunuh dengan disinfektan

Virus Corona ada banyak jenisnya. Ada virus Corona yang menyebabkan SARS, MERS, dan saat ini jenis yang baru ditemukan, mengakibatkan Covid-19. Masing-masingnya memang memiliki perbedaan dan masih butuh lebih banyak penelitian. Namun sejauh ini, diketahui bahwa secara umum karakter keluarga coronavirus cukup mirip, yaitu dianggap lemah jika harus berhadapan dengan bahan disinfektan.

Berdasarkan hasil penelitian, virus Corona penyebab SARS dan MERS bisa bertahan di permukaan benda seperti metal, kaca, atau plastik hingga beberapa hari. Meski sejauh ini belum ada penelitian mengenai ketahanan virus penyebab COVID-19 di permukaan, tapi diduga hasilnya tidak jauh berbeda dari sepupu sesama virus Corona lainnya.

Kabar baiknya, virus tersebut dianggap bisa nonaktif dengan bahan Disinfektan seperti alkohol dengan kadar 60-70%, hidrogen peroksida 0,5%, atau sodium hipoklorit 0,1

Image

Muhammad Gumilang

Redaktur

Image

Muhammad Gumilang

Redaktur

Image

Reporter