Menu

09 Peb 2020, 07:31 WIB

Ada Bahagiawati, Lima Varietas Unik Buah Alpukat di Sukaraja Sukabumi

Bupati Sukabumi Marwan Hamami pada acara kunjungan kebun dan petik perdana alpukat di Hygreen Avocado Farm Kampung Bunisari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Sabtu (8/2/2020).  | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengapresiasi hasil pertanian berupa buah alpukat di Hygreen Avocado Farm di Kampung Bunisari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja.

Terdapat 350 tanaman alpukat yang dikembangkan di lahan seluas 3,5 hektare itu. Semua tanaman tersebut terbagi ke dalam lima varietas dengan nama-nama yang unik yaitu miki, Bahagiawati, Yadi Mulyadi, Arya, dan Alvin.

BACA JUGA: Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Kembangkan Bawang Putih di 123 Hektare

Pemilik Hygreen Avocado Farm, Abdul Malik mengatakan, Miki menjadi variatas yang paling banyak ditanam di lahan tersebut. Menurut dia, meskipun Alpukat yang ditanam baru berusia tiga tahun, namun sudah bisa menghasilkan buah hingga 20 kg per pohon.

"Kalau usianya sudah di atas 15 tahun, bisa sampai 1 ton dalam satu pohon. Sejauh ini kami jual ke konsumen secara langsung dan beberapa supermaket premium," kata Abdul, Sabtu (8/2/2020).

BACA JUGA: Tips Distan Kabupaten Sukabumi Maksimalkan Lahan Pertanian di Musim Penghujan

Bupati yang hadir dalam petik perdana tersebut menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong sektor pertanian di wilayahnya baik dari bunga potong, sayuran, hingga hasil perkebunan. Bupati berpesan kepada petani untuk memanfaatkan teknologi pertanian. 

"Model demplot ini harus menjadi perhatian supaya hitungan ekonomisnya bisa terhitung dan menarik para petani sehingga saat mau menanam pun bisa mencermati untung ruginya, jadi tidak berspekulasi" jelas Marwan pada acara kunjungan kebun dan petik perdana alpukat. 

BACA JUGA: Tanam Padi Capai 61.220 Hektare, UPTD Pertanian Jampang Kulon Diganjar Penghargaan

Menurutnya, mayoritas masyarakat di Kabupaten Sukabumi adalah petani, untuk meningkatkan kesejahteraannya harus didorong lewat kebijakan pemerintah. 

"Kalau tidak didorong kebijakan pemerintah, sulit untuk intensifikasi dan diversifikasi pertanian, ke depan para petani perlu didukung aspek teknologinya sehingga bisa lebih sejahtera," ungkapnya.

Redaktur : ANDRI SOMANTRI
Sumber : DISKOMINFO KABUPATEN SUKABUMI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau Cimol di Kota Sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya