Menu

04 Des 2019, 04:00 WIB

4 Alat Bantu Melihat Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin. | Sumber Foto:Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Pada 26 Desember mendatang, masyarakat di sebagian wilayah di Indonesia bisa melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC). Namun, poin terpenting saat melihat momen langka tersebut adalah jangan melihat GMC dengan mata telanjang karena bisa merusak kesehatan mata.

Bahkan, intensitas cahaya Matahari yang sangat kuat dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan. Oleh karena itu, masyarakat bisa menyaksikan GMC dengan menggunakan alat bantu berikut ini, seperti dilansir laman Gerhanaindonesia.id.

1. Kamera pinhole (kamera lubang jarum)

Alat bantu paling murah untuk melihat GMC adalah kamera pinhole, atau yang lebih dikenal dengan kamera lubang jarum. Kamera ini dapat dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang sederhana. Terdapat banyak tutorial dari internet untuk membuat kamera lubang jarum dengan berbagai variasi bentuk.

2. Kacamata Matahari

Meski bentuknya sama seperti kacamata pada umumnya, namun kacamata ini dilengkapi lensa khusus yang dirancang untuk menghalangi sebagian besar cahaya Matahari, sehingga aman digunakan saat melihat GMC.

3. Binokular atau teleskop

Pada dasarnya, konsep dan prinsip penggunaan binokular serupa dengan kamera lubang jarum. Namun yang membedakan, citra Matahari diproyeksikan melalui lensa pembesar, bukan lewat “lubang jarum”.

Penggunaan binokular atau teleskop akan dapat menghasilkan proyeksi gerhana yang lebih besar dan tajam ketimbang menggunakan kamera lubang jarum.

Binokular dapat dipasangkan ke tripod agar dapat berdiri dengan stabil, lalu diarahkan ke Matahari. Tapi perlu diingat, jangan pernah melihat melalui eyepiece secara langsung, kecuali terpasang filter khusus Matahari di depan cermin atau lensa objektif. Alat ini bisa ditemukan di laboratorium ilmiah atau planetarium.

4. Kamera DSLR

Saat pengamatan, jangan langsung mengarahkan lensa kamera DSLR ke Matahari karena dapat merusak sensor kamera. Untuk mengakalinya, gunakan filter khusus Matahari untuk mengurangi intensitas cahaya yang ditangkap kamera.

Untuk mendapatkan citra Matahari dengan maksimal dan berukuran besar, gunakan lensa telephoto dengan panjang fokus 500 - 2.000 mm. Pasalnya, lensa standar 200 mm hanya akan menghasilkan citra Matahari yang berukuran kecil.

Untuk pengaturan awal, dapat menggunakan ISO 100, F/8,0 dan shutter speed 1/1.000. Tentunya pengaturan ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan atau kondisi nantinya. Intinya, gunakan ISO rendah dan shutter speed yang tinggi. Untuk fokus, lebih baik atur secara manual. Agar kamera stabil, gunakan tripod.

SUMBER: SUARA.COM

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memastikan kegiatan belajar mengajar. Dilansir dari tempo.co, bila perlu, kata Syaiful, Mendikbud Nadiem...

SUKABUMIUPDATE.com - Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukabumi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mulai melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2020).   Pada hari ini, siswa baru datang ke sekolah bersama orang...

SUKABUMIUPDATE.com - Jadwal bola Senin malam hingga Selasa dinihari, 14 Juli 2020, akan menyajikan rangkaian laga LigaInggris, Serie A Liga Italia, dan La Liga Spanyol. Dilansir dari tempo.co, dari Liga...

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi menyebut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah, harus mendapatkan izin dari Gugus Tugas Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Kota Sukabumi....

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya