//
Menu

11 Nov 2019, 05:00 WIB

Gagal Mendarat di Bulan, India Alihkan Sasaran ke Venus

Ilustrasi planet Venus. | Sumber Foto:Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Gagal mendarat di Bulan tidak membuat India patah arang untuk menjelajahi luar angkasa. Bahkan, Negeri Bollywood kini lebih berani untuk mengeksplorasi destinasi baru, yaitu planet Venus.

Saat ini, ilmuwan dan insinyur yang tergabung dalam Indian Space Research Organisation (ISRO) telah mengajukan proposal rencana mereka untuk menjelajahi Venus kepada pemerintah India.

Mereka meminta bantuan pemerintah setempat untuk mendanai proyek bernilai tinggi ini. Salah satu isi proposal yang diajukan ISRO adalah pembuatan pesawat antariksa yang akan membawa lebih dari selusin instrumen.

"Tujuan utama adalah untuk memetakan permukaan Venus," ujar seorang ilmuwan ISRO, Nigar Shaji, seperti dikutip dari Space.com pada Minggu (10/11/2019).

Nigar Shaji melanjutkan, pengorbit Venus saat ini tengah dirancang ISRO agar bisa membuat dataset Venus dalam waktu sekitar satu tahun. Selain memetakan permukaan Venus, misi ini juga akan mengidentifikasi hotspot vulkanik yang tersebar di seluruh Venus.

"Instrumen di atas pesawat ruang angkasa juga akan mempelajari atmosfer planet dan ionosfer, serta bagaimana Venus berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya," imbuh Nigar Shaji.

ISRO sendiri telah mengidentifikasi 16 instrumen yang diajukan kepada pemerintah India yang nantinya disiapkan untuk pemantauan awan, mengidentifikasi sambaran petir, mempelajari aliran udara, hingga mengukur partikel plasma bermuatan tinggi yang melewati Venus dalam perjalanan keluar dari Matahari.

Sedangkan beberapa instrumen lainnya berasal dari kemitraan internasional, tiga di antaranya berdasarkan rujukan para ilmuwan Amerika Serikat. Namun menurut Nigar Shaji, ISRO memahami bahwa pendanaan untuk instrumen itu tidak layak, sehingga ketiganya tidak akan ikut diterbangkan.

Jika pengajuan misi disetujui, pesawat antariksa India ke Venus akan meluncur pada Juni 2023 dengan menumpangi Geosynchronous. Sebagai informasi, Geosychronous adalah jenis tunggangan serupa yang digunakan dalam misi peluncuran Chandrayaan-2 India ke Bulan.

Sumber: Suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur menargetkan pendistribusian logistik Pilkada Kabupaten Cianjur selesai dalam waktu empat hari. Pendistribusiannya akan dimulai Kamis (3/12/2020) dengan prioritas wilayah selatan mengingat...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi telah melakukan pencairan dana insentif bagi tenaga kesehatan alias nakes yang menangani Covid-19. Hal itu dikatakan Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota...

SUKABUMIUPDATE.com - Masyarakat yang akan mendapatkan vaksinasi nantinya adalah orang dalam kondisi sehat. Sebelum vaksin diberikan, dokter atau tenaga keperawatan akan melakukan screening atau pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang...

SUKABUMIUPDATE.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia menyampaikan pendapatnya mengenai transisi pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Januari tahun depan. Menurut IDAI, pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah seperti yang telah...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya