Menu

05 Okt 2019, 03:00 WIB

Aktivitas Gempa di Indonesia Semakin Meningkat

Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis, 26 September 2019. Berdasarkan data BMKG, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 yang terjadi pada pukul 06.46 WIB. | Sumber Foto:ANTARA/Izaak Mulyawan.

SUKABUMIUPDATE.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat aktivitas gempa di Indonesia semakin meningkat. Sepanjang September 2019 aktivitas gempa kecil dengan magnitudo kurang dari 5,0 mendominasi hingga sebanyak 895 kali. Sementara pada Agustus 651 kali gempa.

Gempa signifikan dengan magnitudo lebih dari 5,0 di bulan September juga naik. “Terjadi sebanyak 29 kali,” kata Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Jumat, 4 Oktober 2019. Pada Agustus tercatat 22 kali.

Jumlah gempa bumi tektonik yang terjadi sepanjang bulan September sebanyak 924 kali. “Jumlahnya meningkat drastis dibanding Agustus yang sebanyak 673 kali gempa,” ujarnya. Gempa terasa sepanjang September 155 kali dan 56 kali selama Agustus.

Pada September terjadi dua kali gempa merusak yaitu Gempa Halmahera Selatan pada 15 September 2019 dengan magnitudo 6,0. Kemudian Gempa Kairatu-Ambon yang terjadi pada 26 September 2019 dengan magnitudo 6,5. Gempa ini merusak ribuan bangunan rumah, puluhan orang meninggal, ratusan orang mengalami luka-luka, dan ribuan orang mengungsi.

Hingga Jumat 4 Oktober 2019 pukul 13.00 WIB sudah terjadi gempa susulan sebanyak 1.017 kali dan gempa susulan yang guncangannya dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 111 kali.

Menurut Daryono banyaknya gempa susulan mencerminkan karakteristik kondisi batuan di zona gempa yang rapuh (brittle).

Wilayah Indonesia merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Disebut sangat aktif karena dalam setahun ribuan gempa terjadi di Indonesia. Wilayah Indonesia juga memiliki kompleksitas tektonik, karena banyaknya sebaran sumber gempa baik bersumber dari zona subduksi megathrust maupun dari sesar aktif.

Sumber gempa subduksi megathrust di antaranya adalah Subduksi Sunda yang jalurnya mencakup sebelah barat Sumatra dan selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Selain itu masih ada zona subduksi megathrust lain seperti Subduksi Banda, Sulawesi Utara, Lempeng Laut Maluku, Lempeng Filipina, dan utara Papua.

Selain sumber gempa megathrust, wilayah Indonesia terdapat lebih dar 295 sesar aktif, termasuk yang belum teridentifikasi hingga saat ini. 

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

Oleh: Eneng Mia Rizkianti  (Mahasiswi Universitas Nusaputra, Prodi Manajemen) Assalamu'alaikum Sukabumiupdate.com Pada awal tahun 2020 ini fenomena yang mungkin masih meningkat ialah bertambahnya angka penggangguran di Indonesia. Pengangguran artinya orang yang tidak...

SUKABUMIUPDATE.com – Warga pesisir Ujunggenteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, pagi ini Kamis (23/1/2020) dikejutkan bau busuk yang tercium dari arah laut. Ternyata, pantai Bagalbatre dipenuhi mahluk kecil...

SUKABUMIUPDATE.com - Bayi laki-laki ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir jalan di Kampung Belentuk, Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/1/2020) pagi. Bayi ditemukan dalam keadaan terbungkus kantong kresek. Mayat...

SUKABUMIUPDATE.com - Vera Indriani (20 tahun), korban kecelakaan di ruas jalan nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di Kampung Parungkuda, Desa Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, sempat dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak. Vera...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya