Menu

03 Mei 2019, 05:20 WIB

Ilmuwan Temukan Penangkal Racun Makhluk Paling Berbisa di Dunia

Ubur-Ubur Kotak, binatang dengan bisa paling beracun di dunia. | Sumber Foto:(Sydney.edu.au/AAP Photo/Kelvin Aitken)

SUKABUMIUPDATE.com - Penangkal racun telah ditemukan untuk makhluk paling berbisa di dunia, ubur-ubur kotak dari Australia. Penangkal racun tersebut ditemukan oleh peneliti di University of Sydney Australia, demikian dilaporkan laman stuff, Selasa, 30 April 2019.

Ubur-ubur tersebut dapat membawa racun yang bisa membunuh lebih dari 60 orang. Satu sengatan dari makhluk itu akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan nekrosis kulit. Jika dosis racunnya cukup besar, serangan jantung dan kematian dapat terjadi hanya dalam beberapa menit.

Dengan menggunakan pengeditan genom, para peneliti di Charles Perkins Center University menemukan penangkal molekuler yang dapat memblokir gejala sengatan ubur-ubur jika diterapkan pada kulit dalam waktu 15 menit. Para peneliti mengambil jutaan sel manusia dan menghasilkan gen manusia yang berbeda di masing-masing sel, sebelum menambahkan racun ubur-ubur dan mencari sel yang selamat dari proses tersebut.

"Ini adalah pembedahan molekuler pertama tentang bagaimana jenis racun ini bekerja, dan mungkin bagaimana racun bekerja," kata peneliti utama studi tersebut, Raymond Lau dalam sebuah pernyataan.

Para peneliti percaya obat yang aman digunakan manusia ini, bisa menghentikan nekrosis, jaringan parut kulit dan rasa sakit sepenuhnya ketika diterapkan pada kulit. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah penangkal racun ini bisa menghentikan serangan jantung atau tidak.

Obat penawar itu terbukti bekerja pada sel manusia di luar tubuh sebelum berhasil diuji pada tikus hidup. Para ilmuwan sekarang ingin mengembangkannya untuk manusia. Temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Communications 

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Memperingati Hari Sepeda Sedunia, Gerakan Bike to Work (B2W) Indonesia mengeluarkan protokol kesehatan dalam bersepeda untuk mencegah Covid-19 di era new normal. "Hari sepeda sedunia ini B2W tidak...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto melaporkan penambahan pasien baru Covid-19 hari ini, Rabu, 3 Juni 2020, mencapai 684 orang. "Sehingga total menjadi 28.233 kasus," kata...

SUKABUMIUPDATE.com - Setidaknya 127 wartawan di 31 negara di dunia meninggal setelah terinfeksi virus corona dalam tiga bulan terakhir. Lembaga nirlaba yang bermarkas di Jenewa, Swiss, Press Emblem Campaign...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut insentif bagi tenaga medis di tengah pandemi Covid-19 baru cair Rp 10,45 miliar dari total Rp 5,6 triliun. Dia menjelaskan dana Rp 10,45...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya