Menu

02 Mei 2019, 05:00 WIB

Manggala Mati, KLHK: Badak Jawa Kini Tinggal 68 Ekor

Badak jawa bernama Manggala ditemukan mati di Taman Nasional Ujung Kulon, 21 Maret 2019. | Sumber Foto:(KLHK).

SUKABUMIUPDATE.com - Dunia konservasi berduka menyusul kematian badak jawa muda jantan bernama Manggala di tempat perlindungannya di Taman Nasional Ujung Kulon, Banytan, 21 Maret 2019.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengklaim kematian Manggala itu menyebabkan populasi badak jawa di TNUK kini menjadi 68 ekor.

"Dengan ditemukannya kematian badak jawa pada tanggal 21 Maret 2019, maka populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon pada tahun 2019 adalah 68 individu," demikian siaran pers KLHK, Selasa, 30 April 2019.

Menurut KLHK, badak jawa di TNUK kini terdiri atas 57 badak dewasa dan 11 anak. dengan jenis kelamin 37 individu badak jantan dan 31 individu badak betina.

KLHK mengatakan telah melakukan berbagai upaya konservasi untuk menyelamatkan dan meningkatkan populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Lngkah-langkah penyelamatan, antara lain:  monitoring kondisi populasi dan habitat secara periodik,  perlindungan badak jawa dari ancaman perburuan dan hama penyakit,  pembinaan habitat melalui penanaman jenis tumbuhan pakan dan pengendalian jenis invasif spesies,  pembangunan sanctuary sebagai area konservasi intensif,  pemetaan genetik,  pelibatan masyarakat dalam upaya konservasi badak jawa, dan  proses pembangunan second habitat untuk badak jawa.

Upaya konservasi yang telah dilakukan tersebut terbukti telah memberikan hasil dengan meningkatnya populasi badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon pada tujuh tahun terakhir.

Hasil monitoring badak jawa pada  2012 ditemukan 51 individu, 2013 (58 individu), 2014 (57 individu), 2015 (63 individu), 2016 (67 individu), 2017 (67 individu), dan 2018 (69 individu). "Adanya peningkatan jumlah populasi badak jawa memberi harapan besar bagi keberlangsungan hidup satwa langka dan endemik tersebut," kata KLHK.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sungguh sadis kelakuan UA (32 tahun). Warga Gang Bungsu Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur ini tega membakar kakaknya sendiri gara-gara tak diberi uang. LJ (45 tahun) harus...

SUKABUMIUPDATE.com - Akhir pekan ini, Pantai Cibuaya Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap mulai dipadati para pelancong. Salah satu lokasi wisata favorit dengan pantai putihnya di Kabupaten Sukabumi selatan itu tetap...

SUKABUMIUPDATE.com - Para ilmuwan membuat garam alias natrium klorida (NaCl) dalam bentuk heksagonal atau umum disebut segi enam. Melansir dari suara.com, meskipun garam ini tidak akan sampai di meja...

SUKABUMIUPDATE.com - Habiskan weekend di rumah aja, nonton film Drama Korea seharian jadi kegiatan paling diminati selama pandemi.  Dilansir dari suara.com, nah daripada garing, bikin camilan Gabin Vla Tape di...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya