Menu

Kamis, 13 September 2018, 10:04 WIB

Mungkinkah Pluto Kembali Jadi Planet ke-9?

Badan antariksa Amerika atau NASA, akhirnya merilis wajah sesungguhnya dari Pluto melalui wahana luar angkasa New Horizons. Tampak wajah permukaan Pluto yang terlihat seperti daratan es. | Sumber Foto:Dailymail

SUKABUMIUPDATE.com - Pluto bisa jadi kembali menjadi planet ke-9 dalam tata surya kita. Kemungkinanan tersebut diungkapkan astronom dari Universitas Central Florida, Philip Mezger, dalam tulisannya di jurnal Phys edisi terbaru.

Dalam tulisannya tersebut dia menyampaikan bahwa standar klasifikasi sebuah planet yang disepakati International Astronomical Union (IAU) kerap tidak bisa diterapkan dalam berbagai riset ahli astronomi.

Selama ini, Pluto tidak masuk ke dalam kategori planet karena tidak sesuai dengan apa yang ditulis IAU. Yakni, planet harus berbentuk bulat dan besar, mengitari matahari, dan ada jalur orbit yang jelas.

Nah, Pluto tidak memenuhi semua kriteria tersebut. Karena itu, sejak 2006, Pluto hanya disebut sebagai planet katai. Ukurannya saja tidak lebih besar daripada buan. Mezger menyarankan agar kategori planet diubah dengan alasan definisi planet akan berubah seiring penemuan yang terungkap di lapangan selama pengamatan.

"Perlu ada kajian ulang tentang kategori planet. Serta, pembahasan untuk memutuskan apakah Pluto akan kembali ke dalam planet dalam tata surya kita," ujar Mezger, seperti dilansir laman, Space, Selasa, 11 September 2018.

Selain Pluto, ada empat kandidat planet lainnya yang mungkin masuk ke dalam tata surya kita. Seperti dilansir laman Mirror.co.uk, Planet ke-9 diprediksi sebagai kembaran bumi dengan besaran 10 kali atau empat kali lebih besar ketimbang Planet Biru yang kita tinggali saat ini.

Jaraknya 800 kali lebih ketimbang jarak bumi-matahari. Artinya, suhunya jauh lebih dingin.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Fenomena likuifaksi di Palu sebetulnya sudah diprediksi sebelumnya. Dan prediksi tersebut sudah dibuat sejak 2012. "Di dalamnya ada keterangan sangat tinggi, tinggi, dan rendah. Itu probabilitas kejadiannya. Kalau tinggi, dia...

SUKABUMIUPDATE.com - Ada tiga fenomena bencana terjadi secara bersamaan di Palu dan Donggala yakni gampa, tsunami dan likuifaksi. Peneliti geofisika dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nugroho...

SUKABUMIUPDATE.com - Sesar Palu-Koro, biang keladi dari gempa Donggala dan tsunami Palu, adalah patahan terpanjang kedua di Indonesia setelah sesar Sumatera (1.900 kilometer). Sesar ini memiliki panjang 500 kilometer,...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya