Menu

Rabu, 12 September 2018, 08:44 WIB

Benarkah Mie Instant Mengandung Zat Penyebab Kanker?

Mie instant. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Belakangan ini beredar pesan broadcast di berbagai grup WhatsApp soal mie instan yang membawa zat penyebab kanker. Pesan tersebut mengutip riset Korea Food and Administration (KFDA) yang menyebut menemukan zat penyebab kanker, benzopirene, dalam mie instan yang dibuat oleh merek Korea.'

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tetty H. Sihombing menanggapi pesan viral beredar melalui media sosial tentang mie instan di Indonesia mengandung zat penyebab kanker, benzopirene.

"Kami tidak menemukan data bahwa kandungan zat dalam mie instan tersebut dapat dikaitkan langsung dengan penyebab kanker," ujar Tetty saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu, 8 September 2018. "Yang diisukan berbahaya juga ada monosodium glutamat (MSG), methyl p-hydroxbenzoate dan asam benzoat."

MSG merupakan penguat rasa yang memiliki Acceptable Daily Intake (ADI) not specified. Artinya, bila dikonsumsi setiap hari dalam jumlah wajar tidak menimbulkan bahaya dalam bagi kesehatan. Sedangkan methyl p-hydroxbenzoate atau metil paraben pengawet yang diizinkan dalam produk pangan dengan jumlah tertentu.

"Namun ada beberapa data yang menunjukkan bahwa beberapa orang tertentu sensitif terhadap MSG. Sampai saat ini belum ada bukti ilmuah yang sahih bahwa MSG dan metil paraben dapat merusak usus, liver atau sakit maag," kata Tetty.

Metil paraben, kata dia, juga digunakan untuk mengawetkan kecap yang merupakan bumbu pelengkap dari mi instan varian tertentu. Ada beberapa negara lain yang mengguakan metil paraben itu seperti Taiwan, yang tidak mengatur penggunaannya pada mi instan.

"Terkait pesan tersebut, diharapkan masyarakat tidak resah dan meragukan keamanan mi instan yang beredar di Indonesia. Dan konsumsilah dengan bijak," tambah Tetty. Pesan tersebut beredar melalui aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan media sosial Facebook, Twitter dan lainnya.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Spesialis Bedah Onkologi dari RSUP Fatmawati Jakarta Selatan, dr. M. Yadi Permana SpB (Onk) mengatakan perempuan yang berusia di atas 40 tahun memiliki potensi lebih besar terkena kanker...

SUKABUMIUPDATE.com - Ada tiga fenomena bencana terjadi secara bersamaan di Palu dan Donggala yakni gampa, tsunami dan likuifaksi. Peneliti geofisika dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nugroho...

SUKABUMIUPDATE.com - Sesar Palu-Koro, biang keladi dari gempa Donggala dan tsunami Palu, adalah patahan terpanjang kedua di Indonesia setelah sesar Sumatera (1.900 kilometer). Sesar ini memiliki panjang 500 kilometer,...

SUKABUMIUPDATE.com - Pluto bisa jadi kembali menjadi planet ke-9 dalam tata surya kita. Kemungkinanan tersebut diungkapkan astronom dari Universitas Central Florida, Philip Mezger, dalam tulisannya di jurnal Phys edisi terbaru. Dalam...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya