//
Menu

10 Nov 2020, 03:00 WIB

Jaringan 4G Belum Jamah 12 Ribu Desa dan Kelurahan di Indonesia

Tim Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana bersama PT. PSN dan Dinas Kominfo melakukan pemasangan jaringan internet VSAT di Kawasan Ekowisata Waerebo di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin, 13 Agustus 2018. | Sumber Foto: (dok Kemendesa)

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui memiliki pekerjaan rumah besar membangun jaringan 4G secara menyeluruh di Indonesia pada 2021. Dari total jumlah 83.218 desa/kelurahan di Indonesia, masih ada 12.548 yang belum terjangkau 100 persen jaringan 4G.

"Oleh karena itu, seperti yang disampaikan oleh bapak presiden, kita akan membangun 9.113 desa di 3T (tertinggal, terluar, terdepan) dan 3.435 desa kelurahan di desa non-3T," ujar Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Ahmad M. Ramli, dalam konferensi pers, Senin 9 November 2020, seperti dikutip dari Tempo.co.

Pembangunan jaringan tersebut diakui menjadi pekerjaan besar bagi Kementerian Kominfo mengingat sebanyak seluruhnya 20.341 desa/kelurahan berada di daerah 3T. Artinya, seluruh desa/kelurahan tersebut adalah non-komersial karena jumlah penduduk yang sedikit.

"Sehingga harus dibangun sendiri oleh Kementerian Kominfo lewat Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI)," katanya.

Sebelumnya, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis Hasil Survei Jumlah Pengguna dan Penetrasi Internet 2019-2020 (Q2) yang menunjukkan 73,7 persen masyarakat Indonesia telah terhubung internet. Populasi Indonesia 2019 berdasarkan proyeksi BPS adalah 266 juta jiwa, sehingga pengguna internet Indonesia adalah 196,7 juta.

Angka itu naik dari 64,8 persen pada 2018, dan diperkirakan masih akan naik pada tahun ini. Alasannya, sejalan dengan telah digelarnya berbagai infrastruktur termasuk jaringan Palapa Ring.

Hasil survei itu diklaim Ramli sangat terkait dengan program transformasi digital yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo dan dieksekusi oleh Kementerian Kominfo. Terkait pengguna internet, Ramli melihat terjadi perubahan pola yang sangat signifikan secara digital selama pandemi.

"Yang tadinya booming medsos dan over-the-top, tapi saat pandemi kemudian ada pergeseran sangat signifikan ke bidang pendidikan, work from home, conference," kata Ramli.

Perubahan signifikan, menurut Ramli, juga terjadi terkait online shop dan bidang kesehatan. "Online shop sempat naik 400 persen bulan kedua saat pandemi," ujar dia.

Ramli menambahkan, survei APJII tentang pengguna dan penetrasi internet, menjadi penting bagi Kementerian Kominfo dalam merencanakan kebijakan dan regulasi ke depan.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Keluhan nyeri dada tak bisa diremehkan. Apalagi jika nyeri itu terasa sampai tembus ke bagian punggung. Banyak penyakit yang memicu nyeri dada dan bisa juga disebabkan komplikasi....

SUKABUMIUPDATE.com - Ada banyak jenis makanan yang tidak sehat dan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak memilikinya. Ini terjadi karena kecanduan makanan. Dilansir dari Tempo.co, ini terutama terjadi pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal serumah dengan orang yang positif Covid-19 bisa membuat khawatir dan stres. Meskipun penting untuk merawat yang sakit, orang juga perlu menjaga kesehatan sendiri karena mungkin saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan asrama haji akan menjadi tempat untuk karantina jemaah umrah sebelum berangkat. Ia menyebut lamanya karantina maksimal tiga hari. "Karena memang kita sudah sepakat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya