Menu

08 Peb 2020, 00:00 WIB

Genap 15 Tahun, Google Maps Hadirkan Ikon dan Fitur Baru

Tampilan Google Maps pada sistem infotainment Apple Carplay. | Sumber Foto:auto.ndtv.com

SUKABUMIUPDATE.com - Google merayakan 15 tahun platform peta—Google Maps—dengan menghadirkan ikon dan berbagai fitur baru. Dikutip dari tempo.co, tampilan baru akan muncul di Google Maps, dimulai dengan penghapusan menu tiga tanda strip atau hamburger.

Google Maps pertama kali diluncurkan pada 2005, bahkan sebelum Android dan iOS ada. Begitu Android muncul, salah satu nilai jualnya adalah bahwa penggunanya memiliki aplikasi gratis untuk petunjuk arah, menguasai tikungan demi tikungan jalan. Google Maps berkolaborasi dengan perusahaan navigasi TomTom dan Garmin yang menjual unit GPS-nya, dan operator AS membebankan biaya berlangganan.

Dalam unggahan di Google Blog hari ini, Jumat 7 Februari 2020, pembaruan dijelaskan berupa tambahan dua tab baru di bagian bawah penampakan aplikasi menjadi seluruhnya lima tab. Masing-masing menawarkan fungsi yang berbeda.

Pertama, Jelajah. Pengguna akan menemukan tempat baru berdasarkan rekomendasi pribadi. Pengguna juga bisa mencari restoran, atraksi kota, dan beserta ulasannya.

Kedua, fitur Bolak-balik. Tab ini membantu pengguna dengan cepat menemukan cara terbaik untuk kembali ke rumah atau kembali bekerja, baik dengan mobil, mass rapid transit, atau berjalan kaki.

Tab ketiga adalah Disimpan. Dengan fitur ini, pengguna akan menemukan tempat, reservasi, dan rencana tersimpan untuk perjalanan mendatang. Termasuk dapat membagikan rekomendasi kepada teman-teman dari tempat yang telah dikunjungi.

Fitur keempat, Berkontribusi. Pengguna dapat meninggalkan ulasan tempat, berbagi detail tentang alamat, dan menambahkan jam kerja yang hilang. Dan kelima, Pembaruan, umpan dari tempat-tempat terdekat yang sedang tren. Ini membantu menemukan tempat-tempat terdekat dan menghubungi relasi bisnis untuk mendapat informasi.

Selain itu, fitur transit juga semakin diperbarui. Selain waktu kedatangan langsung dan prediksi kepadatan, Google Maps akan menawarkan aspek baru perjalanan melalui angkutan umum.

Pengendara transit bisa melihat informasi suhu sehingga dapat mengantisipasi apakah harus menggunakan jaket atau tidak. Ada juga informasi aksesibilitas baru yang memungkinkan pengendara mengetahui jalur kereta atau bus mana yang menawarkan pintu masuk yang dapat diakses. Termasuk informasi petugas untuk membantu penumpang berkebutuhan khusus.

Ada juga Info Keamanan baru yang memberi tahu bagian mana dari sistem transit yang dipantau oleh kamera atau petugas keamanan langsung. Sehingga, penumpat mass rapid transit dapat memilih rute berdasarkan jumlah kereta sehingga mereka dapat memastikan dan menemukan tempat duduk.

Google juga menyatakan akan memperluas ketersediaan navigasi Live View dalam beberapa bulan mendatang. Pengguna diharapkan untuk mengaktifkan kemampuan dan fitur baru untuk Live View.

Untuk mendapatkan itu semua, pengguna dapat mengunduh pembaruan sekarang baik di iOS atau Android. Satu-satunya hal yang berubah adalah ikon aplikasi. Sedang tata letak tab baru mungkin akan muncul secara bertahap.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pandemi global ketiga yang disebabkan oleh virus corona baru membuat sebagian besar orang di seluruh dunia cemas. Dilansir dari suara.com, kecemasan ini membuat masyarakat melakukan panic buying, yakni...

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video singkat memperlihatkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi bersama Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Hamami dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada melakukan video conference bersama jajaran...

SUKABUMIUPDATE.com - Merebaknya virus corona baru atau Covid-19 membuat masyarakat semakin memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Melansir dari tempo.co, anda bisa menggunakan air dan sabun sebagai senjata utama untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - Status kegawatdaruratan Kota Sukabumi bakal meningkat setelah seorang warga terkonfirmasi positif Corona dari hasil swab. Hal ini diungkapkan Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi pada konferensi pers di Kantor...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya