Menu

07 Peb 2020, 08:00 WIB

Ada Bug WhatsApp Baru, Hacker Bisa Akses Data Privasi

Logo WhatsApp. | Sumber Foto:Time

SUKABUMIUPDATE.com - Ahli siber dari PerimeterX Gal Weizman menemukan sebuah bug WhatsApp yang memungkinkan hacker atau penjahat siber mengakses file komputer penggunanya. Dikutip dari tempo.co, pengguna WhatsApp yang memiliki iPhone didesak untuk segera memperbarui aplikasi untuk bertahan melawan serangan itu.

Mengutip laman The Sun, Rabu, 5 Februari 2020, bug itu memungkinkan peretas untuk melakukan serangkaian manuver pintar untuk membaca file di PC atau Mac pribadi. Bug juga mempengaruhi pemilik iPhone yang menghubungkan handset mereka ke komputer menggunakan WhatsApp Desktop.

Aplikasi populer besutan Facebook itu memang memungkinkan pengguna mengobrol dengan teman atau kolega di PC atau Mac yang ditautkan ke ponselnya. Weizman menemukan bahwa bug itu dapat menggunakan JavaScript untuk mengakses file pribadi komputer siapa pun—mencakup dokumen, foto, atau video sensitif.

Serangan itu melibatkan pemalsuan tautan berbahaya yang terlihat seperti situs web asli dan aman di dalam WhatsApp. Namun, jika pengguna mengklik salah satu tautan, akan memungkinkan peretas untuk membaca file dari komputer.

Facebook memuji aplikasi pengiriman pesan itu sebagai aplikasi yang sangat aman, tapi bug terbaru ini meragukan klaim tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara WhatsApp mengatakan: "Kami secara teratur bekerja dengan para peneliti keamanan terkemuka untuk tetap berada di depan dari potensi ancaman bagi pengguna kami.”

Dalam kasus ini, WhatsApp memperbaiki masalah yang secara teori dapat mempengaruhi pengguna iPhone jika mengklik tautan jahat saat menggunakan WhatsApp di desktop mereka. "Bug segera diperbaiki dan telah diterapkan sejak pertengahan Desember,” kata WhatsApp.

Untuk menghindari hack WhatsApp semacam ini, WhatsApp memperbaiki bug pada Desember lalu, jadi penting untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru. Segera perbarui aplikasi WhatsApp di iPhone dan juga WhatsApp Desktop di komputer.

 

Sumber : tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pedagang baju bekas atau Cimol di Kota Sukabumi, mengeluhkan dampak dari wabah Virus Corona atau Covid-19 terhadap pendapatan harian. Sebagian pedagang memilih menutup sementara usahanya, karena pembeli...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan mengumumkan Terminal 2 Bandara Changi akan ditangguhkan selama 18 bulan ke depan. Dilansir dari suara.com, di depan anggota parlemen Senin (6/4/2020), Khaw...

SUKABUMIUPDATE.com – Hingga kemarin, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Sukabumi sudah melakukan 2139 rapid test. Hasilnya 6 positif, 584 negatif dan 1549 masih dalam proses, dimana rapid test ini bukan...

Oleh: Milah Nurhasanah  (Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Nusa Putra Sukabumi) Corona atau Covid-19 adalah virus yang pertama kali di temukan di kota Wuhan, China pada Desember 2019, tidak perlu waktu lama...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya