Menu

27 Jan 2020, 16:00 WIB

Website Ini Perlihatkan Penyebaran Virus Corona Secara Real-Time

Seorang petugas medis di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, menangani pasien yang terduga terkena virus corona. | Sumber Foto:(ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii)

SUKABUMIUPDATE.com - Para peneliti Amerika Serikat membuat sebuah peta digital untuk memantau penyebaran Virus Corona secara real-time. Sebagai informasi, Virus Corona setidaknya sudah menewaskan lebih dari 50 orang di seluruh dunia.

Peta persebaran Virus Corona ini dirilis para peneliti dari Center For Systems Science and Engineering at Johns Hopkins University. Meski belum lama dibuat, peta ini sudah menunjukkan peningkatan angka penyebaran Virus Corona .

"Sangat penting bagi publik untuk memahami situasi perkembangan Virus Corona saat ini menggunakan data transparan," terang Profesor Civil and System Engineering, Lauren Gardner, seperti dikutip dari laman PBS, Minggu (26/1/2020).

Merujuk pada data yang ditunjukkan oleh peta, saat ini infeksi Virus Corona sudah membuat 555 orang yang tersebar di seluruh dunia harus dirawat di rumah sakit.

Kasus menggemparkan ini berawal dari Wuhan, China, tepatnya bermula dari pasar hewan. Di luar Negeri Tirai Bambu, kasus serupa juga ditemui di Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

Gardner melanjutkan, peta ini merupakan kumpulan kasus yang dilaporkan dan didapatkan dari sumber lokal. Peta ini dibuat tanpa permodelan apapun.

Website pemantau Virus Corona. | Sumber Foto: [gisanddata.maps.arcgis.com]

Dalam membuat peta persebaran Virus Corona, Gardner dan timnya mengumpulkan dan menyusun laporan dari berita media China. Selanjutnya, laporan-laporan itu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan lokasinya dipetakan. Saat ada laporan baru, peta tersebut langsung diperbarui.

"Sayangnya, karena banyak pusat kesehatan komunitas yang belum tahu mengenai virus korona, agak sulit untuk memperbarui data pada peta," imbuhnya.

Agar data yang ditampilkan selalu aktual, Gardner dan tim bergantung pada data milik organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Center Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, CDC China, NHC, dan Dingxiangyuan.

Sebagai informasi, Dingxiangyuan merupakan sebuah website yang mengumpulkan NHC dan laporan CCDC lokal secara real-time untuk memberikan prediksi kasus dengan lebih detail.

Sumber: Suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sebagian besar orang sangat cemas dengan kencan pertama. Maka, orang akan berusaha tampil sebaik mungkin untuk meninggalkan kesan yang baik. Jika kencan pertama lancar, kemungkinan akan ada...

SUKABUMIUPDATE.com - CEO Tesla Elon Musk mengatakan bahwa versi uji dari sistem autopilot pada mobil listrik Tesla akan dirilis secepatnya. "Sebulan atau lebih," ucap Musk seperti dikutip Antara dari USA...

SUKABUMIUPDATE.com - Alat kontrasepsi berguna untuk mencegah atau mengatur jarak kehamilan, serta mencegah atau menyebarkan penyakit menular seksual. Ada banyak metode yang bisa dipilih, mulai dari hormonal seperti pil...

SUKABUMIUPDATE.com -  Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi mengatakan alat pelindung diri atau APD yang digunakan oleh dokter residen alias calon dokter spesialis selama bertugas, kebanyakan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya