Menu

03 Nov 2019, 23:58 WIB

Waduh! WhatsApp Milik Pejabat Pemerintah Jadi Sasaran Peretas

Ilustrasi hacker atau peretas dan sebuah ponsel. | Sumber Foto:Shutterstock

SUKABUMIUPDATE.com - Keamanan WhatsApp kembali mendapatkan sorotan. Pasalnya, akun WhatsApp milik pejabat tinggi pemerintah di sejumlah negara sekutu Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran peretasan oleh para hacker pada awal 2019.

Menurut laporan Reuters, peretasan itu dilakukan agar para peretas bisa mengambil alih ponsel pengguna yang merupakan sosok penting dalam pemerintahan.

Salah satu sumber yang mengetahui investigasi internal WhatsApp terhadap pelanggaran tersebut mengatakan bahwa sebagian besar korban merupakan pejabat tinggi pemerintah dan pejabat militer yang tersebar di 20 negara di lima benua. Anehnya, kebanyakan negara itu adalah sekutu AS.

Parahnya, peretasan ponsel yang menargetkan pejabat pemerintah ini ternyata jauh lebih luas

ketimbang laporam sebelumnya. Imbasnya, kebocoran informasi ini membuat keamanan WhatsApp mendapat kritikan tajam dari sejumlah pihak.

Sebelumnya, WhatsApp menggugat perusahaan intelijen siber Israel, NSO Group, yang dituding telah meretas penggunanya dengan cara menyusupkan program mata-mata atau spyware ke dalam aplikasi WhatsApp.

Lebih lanjut, hasil peretasan NSO Group disebut-sebut dijual kepada peretas lainnya. Imbasnya, sebanyak 1.400 pengguna WhatsApp dilaporkan mengalami peretasan pada periode 29 April - 10 Mei 2019.

Bahkan, seorang pengacara hak asasi manusia yang berbasis di London, yang termasuk di antara target peretasan, mengirimkan foto-foto kepada Reuters yang menunjukkan adanya upaya pemembobolan ponsel miliknya sejak 1 April.

Meski sudah dituntut oleh pihak WhatsApp, namun NSO tidak mengindahkan tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa spyware yang mereka jual hanya untuk pelanggan pemerintah saja. Mereka juga menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengungkapkan siapa kliennya, ataupun mengungkap cara kerja spyware saat meretas sebuah aplikasi.

SUMBER: SUARA.COM

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Undian babak 16 besar Liga Champions Eropa akan digelar di Nyon, Swiss, malam ini waktu setempat, Senin 16 Desember 2019. Enam belas klub yang maju ke babak knockout...

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi hari ini resmi mengumumkan pelamar yang lolos seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Untuk kota, yang lolos 2993 pelamar...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sumagara didampingi Ketua Ikatan Kekeluargaan Istri dan Ibu Anggota Dewan DPRD (IKIAD) Asti Aisyah Wulandari, serta Ketua Komisi IV DPRD dari Fraksi...

SUKABUMIUPDATE.com -Rekimah Cindra Rusni, korban penipuan pengembang berkedok syariah, mengaku orang yang menawarkan kepadanya perumahan tersebut adalah seorang tokoh agama bernama Ustad Cepi. Rusni mengaku Cepi aktif menawarkan rumah...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya