Menu

Rabu, 22 Mei 2019, 19:28 WIB

Pemerintah Batasi Fitur Media Sosial, Begini Detailnya

Ilustrasi Medsos. | Sumber Foto:(growthmediainc.com).

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah untuk sementara membatasi pengiriman gambar dan video melalui media sosial (medsos) dan aplikasi pesan instan demi mengurangi potensi peredaran konten kekerasan dan provokatif.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pembatasan fitur di media sosial dan pesan instan dilakukan dengan bertahap dan terbatas. Terbatas karena pembatasan hanya berlaku untuk konten video dan foto, sedangkan penerapan bertahap karena setiap penyedia layanan, termasuk operator seluler, membutuhkan waktu yang berbeda untuk melaksanakan pembatasan.

“Ini sementara dan bertahap. Tidak semuanya. [Akan berdampak] kepada posting di media sosial seperti Facebook, Instagram, dalam bentuk video, map, atau foto. Termasuk screen capture yang viralnya bukan di media sosial, melainkan di sistem pesan,” kata Menkominfo dalam konferensi pers, Rabu, 22 Mei 2019.

Media sosial yang akan diperlambat adalah Facebook, Instagram, dan Twitter. Aplikasi pesan instan yang diperlambat adalah WhatsApp. Meskipun tidak bisa mengirim gambar dan video secara cepat, Rudiantara memastikan pengiriman teks masih normal. Layanan panggilan suaran dan SMS secara seluler juga dipastikan normal. “Jadi kita akan mengalami pelambatan kalau download atau upload video juga foto,” kata Rudiantara.

Pengguna internet, jelas Rudiantara, akan mengalami perlambatan saat mengunduh atau mengunggah foto dan video ke internet. “Bagi saya, kami juga mengapresiasi media mainstream. Biasanya main di media sosial secara online, untuk sebentar kita kembali ke media mainstream,” kata dia.

Menko Politik, Hukum, dan HAM Wiranto mengatakan pembatasan atas akses media sosial hanya berlangsung sementara. Dia menegaskan bahwa pembatasan media sosial bukan sebuah bentuk kesewenangan. “Tergantung situasi, bukan kami sewenang-wenang. Ini sesuatu upaya untuk mengamankan negeri tercinta ini, jadi berkorban 2—3 hari,” kata Wiranto.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo meminta warganet untuk menghapus aplikasi virtual private network atau VPN di gawai mereka setelah pembatasan akses ke media sosial dan pesan...

SUKABUMIUPDATE.com - Keputusan pemerintah membatasi akses ke sejumlah media sosial seperti Facebook, Instagram dan layanan pesan WhatsApp untuk sementara waktu cukup mempersulit kalangan pengusaha yang bergerak di bidang perdagangan...

SUKABUMIUPDATE.com - Upaya membuka blokir WhatsApp oleh masyarakat lewat aplikasi VPN alias virtual private network dinilai mengandung sejumlah risiko. "Risiko penggunaan VPN yang tidak aman adalah daya yang dilewatkan ke server VPN bisa...

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam memerangi penyebaran berita palsu atau hoax di platformnya, Facebook tengah mengembangkan beberapa strategi. News Partnership Lead Facebook Indonesia Alice Budisatrijo mengatakan selain sistemnya aktif menyisir berbagai konten yang terindikasi...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya