Menu

18 Jan 2020, 00:00 WIB

Hati-hati Isi Baterai Ponsel di Charging Station, Waspadai Ini

Colokan yang dipenuhi oleh ponsel para imigran saat mengisi daya ponselnya di kamp pengunsi Calais, Prancis, 21 Desember 2015. Lebih dari 5000 imigran melarikan diri dari daerah konflik yang berada di kamp pengungsian dan berusaha memasuki Inggris melalui | Sumber Foto:AP/Michel Spingler

SUKABUMIUPDATE.com - Kabel data di charging station umum, yang biasa ada di bandara atau stasiun kereta, ternyata menyediakan akses bagi para penjahat siber (hacker). Mereka bisa melakukan serangan yang disebut Juice Jacking melalui port USB pengisian baterai.

Setelah terhubung dan koneksi tersambung, perangkat menginstal malware atau secara rahasia menyalin data sensitif dari smartphone, tablet, atau perangkat komputer lainnya, demikian dikutip laman Times of India, baru-baru ini.

Serangan itu bisa sesederhana mengekstraksi semua detail kontak dan koleksi gambar pribadi perangkat. Bisa juga menjadi serangan invasif dengan menyuntikkan kode jahat langsung ke perangkat yang kemudian dapat menyalin semua kata sandi dari data keuangan.

Bagaimana cara kerja Juice Jacking? Port USB sering digunakan sebagai media untuk transfer data. Konektor USB biasa memiliki lima pin, di mana hanya satu yang diperlukan untuk mengisi daya perangkat, pin lainnya digunakan untuk transfer data.

Mengisi daya perangkat melalui port USB cenderung membuka opsi untuk mentransfer file antar perangkat. Penyerang di sini sering menggunakan perangkat keras yang terpasang di port pengisian daya dari pengisian publik.

Biasanya, charging station secara khusus dirancang untuk melanggar keamanan dan mendapatkan akses ke informasi perangkat yang terhubung segera setelah koneksi dibuat. Dan beberapa pengguna mungkin kehilangan data tanpa menyadarinya.

Departemen Kejaksaan Distrik California, Los Angeles, Amerika Serikat, telah mengeluarkan peringatan kepada penduduk lokal dan wisatawan untuk menghindari pengisian telepon di stasiun pengisian umum, terutama di bandara.

Pada Desember 2019, State Bank of India (SBI) juga mengeluarkan peringatan kepada pelanggannya tentang malware ponsel yang mematikan ini. Dua bahaya paling umum akibat Juice Jacking adalah pencurian data dan instalasi malware. 

Data dicuri dari perangkat yang terhubung melalui virus yang dapat mencari informasi pribadi mulai dari ponsel, akun rahasia, data terkait perbankan, ataupun kartu kredit. Virus memiliki kemampuan menyalin semua informasi ke perangkat mereka sendiri. Ada juga banyak aplikasi jahat yang dapat mengkloning semua data ke ponsel lain.

Sementara instalasi malware, biasanya dibuat setelah koneksi. Malware otomatis dipasang di perangkat yang terhubung. Juga tetap berada di perangkat hingga terdeteksi dan dihapus oleh pengguna. Ada banyak kategori malware yang dapat dipasang oleh penjahat siber melalui Juice Jacking, termasuk adware, cryptominers, ransomware, spyware, atau Trojans.

 

Sumber : tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh makanan dan produk perawatan sehari-hari. Banyak hal yang mempengaruhinya, termasuk posisi badan saat tidur. Tidak banyak orang yang menyadari bahwa jerawat...

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan kian sering tertumpah dan kubangan air atau banjir tak terelakkan untuk diterabas pengguna mobil dan motor. Dilansir dari Tempo.co, kadang tak ada kesempatan pengendara menunggu hujan reda...

SUKABUMIUPDATE.com -  Atletico Madrid telah mengonfirmasi bahwa bek Jose Maria Gimenez dinyatakan positif Covid-19. Pemain Uruguay itu diketahui terinfeksi virus corona setelah menjalani tes reguler yang dilakukan klub Senin...

SUKABUMIUPDATE.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pemerintah tak berencana mengubah definisi angka kematian akibat Covid-19, menjadi hanya akibat virus Corona dan mencoret akibat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya