Menu

Sabtu, 24 Agustus 2019, 06:30 WIB

Ketika Android Tak Lagi "Manis"

Android Q | Sumber Foto:Istimewa/Tech Advisor

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak 2008, Android selalu menamai sistem operasinya dengan nama sesuai urutan abjad cemilan manis mulai OS Android versi pertama yang disebut Cupcake, disusul Donat, Eclair, dan Froyo.

Biasanya, orang menunggu sambil menduga-duga apa yang akan diberikan Google untuk OS Android berikutnya. Dan biasanya, akan selalu ada kejutan.

Namun teka-teka ini tidak lagi diberikan Google. Mereka akhirnya meletakkan kode sistem operasi generasi berikutnya setelah era cemilan manis ini. Versi OS Android yang akan datang yang secara logis disebut Android Q hanya akan dikenal sebagai Android 10.

Android 10 dijadwalkan akan dirilis musim gugur ini dan menjelang peluncuran resmi, perusahaan telah mengumumkan bahwa OS akan disebut Android 10 sedangkan versi tahun depan akan menjadi Android 11 dan seterusnya.

Selama pengumuman Android KitKat pada 2013, Google menjelaskan bahwa "Karena perangkat ini membuat hidup kita begitu manis, setiap versi Android diberi nama cemilan pencuci mulut".

Namun, wakil presiden perusahaan untuk manajemen produk  Android dan Play, Sameer Samat awal tahun ini mengisyaratkan bahwa Google sangat bersemangat dengan ide nama makanan penutup bagi OS mereka, tetapi pada saat yang sama,  sulit mendapatkan nama makanan penutup berawal dari huruf Q.

Tampaknya, Google tidak dapat menemukan nama yang cocok dan dalam upaya untuk menghindari kemacetan seperti itu di masa depan, mereka telah memutuskan untuk tetap dengan penamaan versi OS berikutnya dalam urutan numerik.

Selain nama baru, Google juga meluncurkan logo yang diperbarui untuk Android. Aude Gandon, direktur merek global untuk Android mendeskripsikan logo baru tersebut sebagai memiliki "wordmark" yang lebih modern. Perubahan ini pada dasarnya di font teks tetapi yang penting, logo masih berbentuk robot hijau kecil. “Robot itulah yang membuat Android istimewa. Itu menjadikannya manusiawi, menyenangkan, dan mudah didekati,” kata Gandon.

Sumber: TEMPO.CO

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Merespon keluhan dari warga Sukabumi Selatan (Pajampangan, red) atas pelayanan air bersih yang tidak merata, Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (AM TJM) Kabupaten Sukabumi, bersama pengawas ...

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, diprotes masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Cidadap (FKMC), Kamis (21/11/2019). FKMC menuntut hasil Pilkades Desa Cidadap...

SUKABUMIUPDATE.com - Manajemen jadi salah satu Prodi (program studi) yang paling diminati calon mahasiswa. Alasan utamanya karena prospek kerja lulusan manajemen sangat luas. Hampir semua perusahaan atau organisasi, baik...

SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa dan masyarakat menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan dengan melakukan aksi demo di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Kamis (21/11/2019). Organisasi PB HIMASI dan Forum Rakyat Miskin...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya