Menu

26 Jun 2019, 11:29 WIB

Hati-Hati, Ribuan Aplikasi Android Palsu Ditemukan di Play Store

Ilustrasi smartphone | Sumber Foto:Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah studi yang dilakukan selama dua tahun oleh para peneliti dari University of Sydney dan Data61 dari CSIRO, menemukan 2.040 aplikasi Android palsu dan sarat malware di Google Play Store, demikian dilaporkan laman Gizchina, Senin, 24 Juni 2019.

Para peneliti telah mempelajari lebih dari satu juta aplikasi yang diterbitkan di Google Play, yang juga menemukan banyak aplikasi palsu tanpa malware yang memerlukan izin untuk mengakses data berbahaya. Di antara aplikasi palsu paling banyak dilaporkan adalah game yang cukup populer seperti Temple Run, Free Flow dan Hill Climb Racing.

Para peneliti telah menggunakan jaringan untuk mengidentifikasi ikon aplikasi yang serupa secara visual dan deskripsi teks yang dijiplak sebagian dari 10.000 aplikasi paling populer di Play Store. Model pembelajaran mesin telah melaporkan 49.608 potensi pemalsuan.

Hasilnya kemudian diperiksa untuk malware dengan alat analisis online VirusTotal. Sebanyak 7.246 di antaranya ditandai oleh setidaknya satu anti-virus, para peneliti mempersempitnya, dengan mengidentifikasi 2.040 aplikasi palsu dan berisiko tinggi.

Studi ini juga mempertimbangkan permintaan otorisasi dan iklan bawaan, dan menemukan 1.565 permintaan untuk setidaknya lima izin berbahaya. Juga 1.407 dari setidaknya lima iklan pihak ketiga yang disematkan.

Suranga Seneviratne, peneliti dari University of Sydney, menjelaskan bahwa aplikasi ini bisa menghindari proses kontrol otomatis Google Play Store. Karena itu penting untuk selalu menemukan solusi baru untuk menghapus perangkat lunak berbahaya dengan cepat.

Sebagian besar aplikasi yang diidentifikasi oleh penelitian ini telah dihapus setelah keluhan dan laporan pengguna. Tim Google telah mengumumkan dalam beberapa bulan terakhir bahwa jumlah pengiriman aplikasi yang ditolak  meningkat lebih dari 55 persen pada 2018, sementara penangguhan aplikasi telah meningkat lebih dari 66 persen.

SUMBER: TEMPO.CO

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Gelandang Bhayangkara FC, Sani Rizki Fauzi, mengatakan ingin membela timnas Indonesia senior besutan manajer pelatih Shin Tae-yong, dan akan berusaha semaksimal mungkin agar keinginan tersebut tercapai. Dikutip dari...

SUKABUMIUPDATE.com - Manajer Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, mulai mempertanyakan mentalitas para pemain setelah menelan kekalahan 1-3 saat bertandang ke markas Sheffield United, Jumat dini hari. Menurut dia, faktor mental...

SUKABUMIUPDATE.com - KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menetapkan Bupati Kutai Timur Ismunandar menjadi tersangka kasus suap proyek infrastruktur. Istrinya, Encek UR Firgasih, selaku Ketua DPRD Kutai Timur, juga berstatus tersangka. "Diduga...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito mencatat hingga 28 Juni 2020 terdapat 66 kabupaten atau kota yang masuk ke Zona Hijau Covid-19. "Sebanyak 33...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya