Menu

16 Agu 2020, 00:00 WIB

Thomas Muller: Sang Penjagal dari Bayern Munich dan Serangan Blitzkrieg

Pemain Bayern Munchen, Thomas Muller melakukan selebrasi bersama rekannya, Serge Gnabry usai kalahkan Barcelona dalam Perempat Final Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, 14 Agustus 2020. | Sumber Foto: REUTERS/Rafael Marchante

SUKABUMIUPDATE.com - Adalah Thomas Muller yang mengawali kemenangan menggemparkan Jerman 7-1 melawan tuan rumah Brasil pada semifinal Piala Dunia 2014 di Belo Horizonte, yaitu ketika pertandingan baru berjalan 11 menit. Di Lisabon, Portugal, dinihari tadi, 15 Agustus 2020, Muller kembali mengawali pesta kemenangan menghebohkan Bayern Munich 8-2 melawan Barcelona pada perempat final Liga Champions.

Melansir Tempo.co, dinihari tadi Muller lebih sensasional lagi, yaitu menjebol gawang Barcelona ketika pertandingan baru berlangsung empat menit dan kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-31. Ia pun menjadi pemain yang paling  banyak membobol gawang Barcelona dalam Liga Champions sebanyak enam kali.

Thomas Muller, kini berusia 30 tahun, gelandang serang yang datang dari belakang, posisi "lebih dalam", biasanya menjadi penyerang lubang di belakang ujung tombak, Robert Lewandowski, di Bayern Munich, sebagaimana juga di tim Jerman.

Serangan yang lugas dan secepat kilat. Pada masa kejayaan tim Jerman sebelum menjuarai Piala Dunia 2014 dan kemudian jeblok di Piala Dunia 2018, istilah serangan blitzkrieg di dunia militer acapkali dipakai untuk menggambarkan kekuatan para pemain sepak bola Jerman seperti pada diri Thomas Muller ini.

Memanfaatkan celah lawan dengan serangan secepat dan selugas mungkin. Taktik blizkrieg ini yang menjadi cikal-bakal gegenpressing yang dikembangkan Jurgen Klopp untuk menjadikan Liverpool juara Liga Primer Inggris setelah 30 tahun.  

Dan, Thomas Muller dengan tubuh yang menunjang untuk taktik ini, tinggi 1,85 meter dan berat sekitar 75 kilogram, sepertinya bergerak lebih kilat dibandingkan Karel Poborsky, pemain yang legendaris dengan sebutan Kereta Cepat dari Eropa Timur, ketika membawa Republik Cek menembus final Euro 1996.

"Ketika seorang pemain melakukan tekanan kepada lawan, pemain berikutnya datang dan kami menguasai bola. Kami punya begitu banyak pemain berbakat di lini penyerangan," kata Thomas Mullers, seperti dikutip GivemeSport, seusai Bayern Munich merontokkan Barcelona dinihari tadi.

Sumber: Tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Petugas gabungan menargetkan proses pembersihan material banjir bandang Sukabumi yang menerjang Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, selesai dalam dua hari ke depan. Dandim 0607 Sukabumi,...

SUKABUMIUPDATE.com - Selain menghambat aktivitas, bencana banjir juga dapat menyisakan lumpur setelah air surut. Lumpur sisa banjir harus segera dibersihkan agar tidak membekas. Simak cara membersihkan lumpur sisa banjir...

SUKABUMIUPDATE.com - Twitter menyelidiki tuduhan rasis karena algoritma foto yang digunakannya lebih menyukai wajah berkulit putih dibandingkan hitam. Pengguna Twitter ramai menguji algoritma itu sepanjang akhir pekan lalu dan...

SUKABUMIUPDATE.com - Kesehatan kulit tidak hanya ditentukan oleh makanan dan produk perawatan sehari-hari. Banyak hal yang mempengaruhinya, termasuk posisi badan saat tidur. Tidak banyak orang yang menyadari bahwa jerawat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya