Menu

03 Jun 2020, 05:00 WIB

Liga 1 dan 2 Bergulir Oktober, Pemain Lakukan Tes PCR Setiap Pekan

Pesepak bola Persiraja Banda Aceh Eriyanto (kiri) berebut bola dengan pemain Bhayangkara FC Saddil Ramdani pada laga Liga-1 Indonesia, 29 Februari 2020 lalu. | Sumber Foto: ANTARA/Irwansyah Putra

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden klub Liga 2 PS Hizbul Wathan Sidoarjo (PSHW-Persigo Semeru FC), Dhimam Abror Djuraid, menyebutkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru telah memutuskan Liga 1 dan 2 bakal dilanjutkan pada Oktober 2020.

Keputusan itu diambil setelah PSSI mengajak manajemen klub untuk berunding secara virtual. "Liga 1 dan 2 tidak ada degradasi. Liga 2 ada dua tim yang promosi dan tidak ada tim yang degradasi," kata Dhinam menjelaskan sistem kompetisi yang bakal digunakan, Selasa, 2 Juni 2020.

Menurut dia, hasil rapat menyepakati semua kompetisi dilaksanakan sesuai dengan protokol FIFA dan protokol standar PSSI. Untuk Liga 2 kompetisi akan dilaksanakan dengan sistem home tournament dan akan dipusatkan di zona masing-masing. "Dari 24 tim akan dibagi 4 grup masing-masing 6 tim, dua teratas lolos ke babak 8 besar," ujar pria berusia 55 tahun ini.

Dhinam menyebutkan ada beberapa protokol kesehatan yang harus ditaati setiap klub ke depannya. "Sudah ada protokol dari PSSI dan LUB antara lain tes PCR tiap minggu, pengukuran suhu tubuh tiap hari, social distancing, dan (penggunaan) masker," kata dia.

PS Hizbul Wathan, kata Dhimam, masih menunggu pembicaraan dengan jajaran direksi dan komisari untuk menetapkan waktu pemanggilan pemain. Menurut dia, saran dari pelatih juga harus didengarkan. 

"Jawa Timur sekarag bukan hanya zona merah tapi zona hitam jadi harus sangat hati-hati apalagi Nuhammadiyah sebagai induk sudah mengingatkan kepada pemerintah jangan terburu-buru new normal karena pandemi belum peak," ungkapnya.

Sebelumnya, Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2020 diliburkan sejak pertengahan Maret 2020 karena pandemi COVID-19. Awalnya, PSSI bakal melanjutkan kembali kompetisi pada 1 Juli 2020. Namun, keputusan itu direvisi karena pemerintah menyebutkan pandemi corona masih belum berakhir.

sumber: tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Mahalnya biaya rapid test dikeluhkan masyarakat yang ingin bepergian, alhasil masyarakat pun lebih memilih menunda bepergian menggunakan pesawat ketimbang harus membayar rapid test. Dilansir dari suara.com, wakil Ketua...

SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi kesehatan para korban predator anak di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi membaik. Kendati demikian, para korban ini sempat menjadi gampang marah dan kerap mengurung diri di kamar.  Hal...

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons keluhan salah seorang warganet yang melaporkan soal adanya kasus corona di sebuah pabrik di Cikarang, Jawa Barat. Dilansir dari suara.com, Kang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan lalu lintas dialami kendaraan wisatawan di Jalan Raya Palabuhanratu KM 29, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2020). Sebuah sedan Honda City dengan polisi B 1295...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya