Menu

21 Mei 2020, 00:00 WIB

Bukan Manekin, FC Seoul Ternyata Pakai Boneka Seks Selama Laga

FC Seoul tidak sengaja menggunakan boneka seks untuk mengganti penonton di tribun yang dikosongkan selama wabah virus corona di Korea Selatan. | Sumber Foto:Sky News

SUKABUMIUPDATE.com - Liga sepak bola Korea Selatan akan mempertimbangkan hukuman indisipliner kepada klub divisi atas, FC Seoul, yang menggunakan boneka seks sebagai pengganti penonton di tribun stadion selama pertandingan.

Melansir dari tempo.co, Korea Professional Football League, K League, mengatakan pada Selasa malam mereka akan segera mengadakan pertemuan disipliner atas penggunaan boneka seks seukuran manusia oleh FC Seoul sebagai pengganti penonton melawan Gwangju FC di Seoul World Cup Stadium pada Ahad, menurut laporan Yonhap, 20 Mei 2020.

Pertandingan K League dimainkan tanpa penonton karena virus corona. Niatnya untuk menghidupkan suasana di tengah tribun yang kosong, FC Seoul salah langkah membawa selusin lebih boneka seukuran manusia yang ternyata boneka seks.

Selama pertandingan, penggemar yang menyaksikan pertandingan via online atau televisi berkomentar di media sosial dan mereka tampak akrab dengan boneka-boneka yang memakai atribut FC Seoul.

Setelah ditelisik lebih jauh, satu spanduk menunjukkan nama-nama produsen mainan seks dan tampak seperti model dewasa yang menginspirasi bentuk boneka-boneka itu.

Tak lama setelah pertandingan FC Seoul meminta maaf tidak sengaja menggunakan boneka seks alih-alih manekin biasa.

FC Seoul tidak sengaja menggunakan boneka seks untuk mengganti penonton di tribun yang dikosongkan selama wabah virus corona di Korea Selatan.[Sky News]

FC Seoul mengatakan pemasok mereka, yang menyediakan boneka seks dan boneka pakaian, telah mengecewakan mereka setelah meyakinkan klub bahwa boneka itu bukan "produk dewasa".

"Kami telah mengkonfirmasi bahwa boneka itu dibuat seolah-olah itu asli tetapi tidak ada hubungannya dengan produk dewasa," kata klub dalam pernyataan, dikutip dari Sky News.

"Tapi masalahnya adalah kita gagal melakukan pemeriksaan terperinci, yang merupakan kesalahan kita tanpa keraguan."

Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram setelah kemenangan 1-0, klub mengatakan mereka "sangat menyesal" atas apa yang terjadi.

FC Seoul mengklaim mereka tidak tahu kalau mereka mendapatkan boneka seks yang dibuat oleh sebuah perusahaan yang CEO-nya adalah penggemar FC Seoul. Klub sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap perusahaan.

Komite disiplin Liga K akan meninjau jika kehadiran manekin yang tidak pantas ini melanggar aturan liga tentang penempatan iklan atau materi promosi yang dilarang, atau jika boneka ini merusak citra dan integritas liga.

Dalam kasus seperti itu, klub sepak bola Korea Selatan bisa menghadapi pengurangan setidaknya lima poin atau denda 5 juta won (Rp 60 juta) atau lebih.

 

Sumber : tempo.co

 

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pada Rabu, 27 Mei 2020, mengumumkan pembentukan sebuah yayasan yang akan menjadi sumber pendanaan baru, di mana uang yang terkumpul di yayasan...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif pada perusahaan media sosial pada hari Kamis setelah Trump mengancam akan menutup situs web yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif. Dilansir...

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah DKI Jakarta mensyaratkan mereka yang hendak masuk dan keluar wilayah Ibu Kota memiliki Surat Izin Keluar Masuk selama pandemi Covid-19. Dilansir dari tempo.co, jika tidak mengantongi...

SUKABUMIUPDATE.com - Lima mahasiswa terdakwa kasus meninggalnya Ipda Erwin dan terbakarnya tiga anggota Polres Cianjur dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh diputuskan bersalah. Terdakwa utama dijatuhi hukuman 12...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya