Menu

Senin, 09 September 2019, 03:00 WIB

Target Emas di SEA Games 2019, Ini Profil Wakil eSports Indonesia

Menpora Imam Nahrawi didampingi Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta menerima Tim Onic Esports yang sukses merebut trofi Piala Presiden E-Sports 2019 Mobile Legends di ruang kerjanya, di Jakarta, Senin, 1 April 2019 sore. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Cabang eSports masuk dalam agenda cabang olahraga yang dipertandingan dalam perhelatan multicabang SEA Games 2019 di Manila, Filipina, pada 30 November hingga 11 Desember 2019.  Indonesia mengirimkan perwakilannya untuk meraih medali emas.

Ada enam nomor eSports yang dipertandingkan dalam perhelatan tersebut, yakni Mobile Legends, Dota 2, Starcraf II, Tekken 7, Arena of Valor, dan Heartstone. Di enam nomor itu, Indonesia memiliki perwakilannya masing-masing.

Manajer tim eSports Indonesia, Richard Permana, mengatakan Indonesia menargetkan meraih satu medali emas dari 51 emas yang diperebutkan. Dari enam nomor, dua yang menjadi andalan, yakni Hearthstone dan Mobile Legends.

“Heartstone ada dua orang, tapi tandingnya satu lawan satu. Kita ada peluang jadi finalis di situ, jadi bisa meraih medali emas dan perunggu. Mobile Legends itu satu tim lima orang dan berpeluang mendapat emas,” ujar Richard belum lama ini.

Berikut kontingen Timnas e-Sports Indonesia untuk SEA Games 2019:

1. Dota 2

Dota 2 dimainkan oleh dua tim yang beranggota lima orang pemain, setiap tim memiliki markas yang berada di pojok peta, setiap markas memiliki satu bangunan bernama "Ancient". Tim harus berusaha menghancurkan "Ancient" tim lawan agar dapat memenangkan pertandingan.

PG.BarracX terpilih sebagai wakil Indonesi untuk cabang DOTA 2 usai menumbangkan Evos dan pemenang IENC, Binus University. Tim yang telah padu ini akan dibimbing secara strategi oleh Jose Darcy. Selain itu, kehadiran mantan support 4 BOOM.ID Tri "Jhocam" Kuncoro bakal menambah daya gedor PG.BarracX dengan kreativitas playmaking-nya.

Adapun para atlet cabang Dota 2 yakni Hidayat “Lawlesshy” Narwawan, Kevin “Viseri” Manuel Johan, Fahmi “Huppey” Choirul Akbar, Felix “Ifrit” Rodeardo, Muhamad Luthfi “Azur4”, dan Tri “Jhocam” Kuncoro.

2. Mobile Legends: Bang Bang

Serupa dengan Dota 2, namun Mobile Legends: Bang Bang adalah sebuah permainan MOBA yang dirancang untuk ponsel sementara Dota 2 dimainkan dalam PC. Kedua tim lawan berjuang untuk mencapai dan menghancurkan basis musuh sambil mempertahankan basis mereka sendiri.

Atlet yang mewakili Indonesia di Mobile Legends merupakan kombinasi antara tim e-Sports Onic dan Evos. Para atlet yang pilih adalah mereka yang terbaik dari setiap tim Mobile Legends yang ada di Indonesia.

Para pemain terbaik kemudian dipilih dan harus menjalani program seleksi dan Bootcamp. Akhirnya terpilih tujuh orang berhak mewakili Indonesia untuk nomor e-Sports tersebut.

Adapun ketujuh nama itu seperti Gustian “Rekt”, Adrian “Drian” Larsen, Maxhill “Antimage”, Teguh “Psychoo” Imam, Yurino “Donkey” Putra, M. Ridwan “Wannn”, dan Eko “Oura” Julianto.

3. Hearthstone

Permainan Hearthstone masih belum terlalu dikenal oleh para gamers secara luas di Indonesia, tidak seperti Dota, Mobile Legends, PUBG, atau Point Blank. Hearthstone adalah game bergenre Collectible Card Game yang dibuat oleh Blizzard Entertainment.

Masih belum ada perwakilan yang lebih baik dari Hendry “Jothree” Koentarto dan Rama “Douahou” Ariangga untuk kategori Hearthstone. Mereka adalah wakil Indonesia di Asian Games 2018, bahkan Jothree jadi salah satu kisah membanggakan dengan torehan medalinya.

Berada di samping mereka adalah sang pelatih Novan, alias Nexok40, yang juga tak asing berperan di balik layar. Dia telah memberi masukan berarti untuk Jothree dan Douahou di perhelatan Asian Games kemarin.

4. Arena of Valor

Permainan Arena of Valor (AOV) tidak jauh beda dengan Mobile legends. Mode utama permainan ini adalah pertarungan lima melawan lima di sebuah medan perang bernama Antaris Battlefield. Peperangan ini tidak hanya mengandalkan kemampuan individu, melainkan berkonsep kerja sama tim.

Dari kubu AOV tidak perlu lagi rasanya tim  Indonesia mencopot pasang dengan pemain lain. Evos E-Sports telah membuktikan berulang kali bahwa mereka adalah tim AOV terbaik di Indonesia..

Adapun atlet yang mengisi noor AOV yakni Satria “Wiraww” Adi Wiratama, Hartawan “Wyvorz” Muliadi, Hartanto “Pokka”, Farhan “Hanss” Akbari, Gilang “LLAF” Dwi Falah, dan Wibisono “Carraway” Teja. 

5. Tekken 7

Tekken 7 merupakan permainan pertarungan  satu melawan satu besutan Bandai Namco. Permainan ini hanya bisa dimainkan oleh dua orang. Mereka harus saling mengalahkan dalam setiap babak.

Adriansyah “Meat” dan Anthony “TJ” adalah dua orang peserta terbaik dari seleksi Indonesia E-Sports National Championship (IENC) lalu. Meat sempat ditumbangkan oleh TJ dan memaksanya berjuang dari loser bracket. Untungnya, Meat masih berhasil membuktikan diri sebagai salah satu yang terbaik di kancah nasional. Bram Arman selaku manajer tim nasional dan juga co-founder Advance Guard optimistis skuad ini mampu meraih tiga besar di cabang Tekken 7 Sea Games 2019.

6. Starcraft II

StarCraft 2 adalah gim strategi yang dimainkan secara real time dan arena permainan ditampilkan dari top down perspective atau kamera ditampilkan dari atas dan menghadap ke bawah. Misi dalam permainan multiplayer adalah untuk membuat dan mengatur pasukan kita untuk menghancurkan semua markas musuh.

Serupa dengan Heartstone, StarCraft II tak memerlukan seleksi seperti cabang lainnya. Mereka didasari pada prestasi yang pernah diraih. Emmanuel “Quantel” Enrique memenuhi kriteria dengan memiliki ranking Grand Master dan didaulat sebagai pemain terbaik tanah air. Sementara Dani “Deruziel” Bondan ada di Master 1 dan pernah menjadi wakil Indonesia di World Electronic Sport Games (WESG) 2017.

Menurut Richard seleksi untuk tim nasional eSports ini lebih mengedepankan pencarian tim ketimbang atlet perorangan karena dipercaya lebih padu, sehingga tak membuang banyak waktu dalam mencari kepaduan.

Sumber: TEMPO.CO

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com  - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyatakan tidak akan mengikuti semua cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games 2019. Sekretaris Jenderal KOI Helen Sarita menyatakan sudah berkoordinasi dengan berbagai...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya