Menu

Senin, 17 Desember 2018, 07:20 WIB

Bulu Tangkis: Hafiz/Gloria Enggan Jadi Bayangane Owi/Butet

Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal (kanan) dan Gloria Emanuelle Widjaja, meluapkan kegembiraan di sela pertandingan melawan pasangan unggulan keenam asal Denmark, Mathias Christiansen dan Christinna Pedersen, dalam babak kedua Indonesia Open 2018 di J | Sumber Foto:ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

SUKABUMIUPDATE.com - Atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tidak ingin terbebani raihan prestasi senior mereka, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir atau akrab disapa Owi/Butet, setelah Butet pensiun sebagai atlet pada 2019.

"Kami tidak ingin disamakan dengan Owi/Butet. Mereka sudah menjadi atlet super bintang. Kami masih berusaha lebih dulu semampu kami," kata Gloria setelah kalah pada laga penyisihan World Tour Finals 2018 di Guangzhou, China, seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Minggu.

Gloria menyadari posisinya bersama Hafiz sebagai regenerasi sektor ganda campuran pemusatan latihan nasional PBSI menyusul peringkat mereka sebagai pasangan Indonesia terbaik di dunia setelah Owi/Butet.

"Ketika bertanding, kami kurang bisa menahan serangan lawan, termasuk fokus permainannya. Lawan lebih konsisten saat bermain. Sedangkan kami seringkali hilang fokus dan terlalu jauh ketika harus mengejar poin lawan," kata Gloria.

Pasangan peraih gelar juara Thailand Terbuka 2018 itu tersingkir pada laga penyisihan grup B Kejuaraan World Tour Finals 2018 dengan menempati posisi terakhir grup.

Hafiz/Gloria hanya mengantongi satu kemenangan yaitu dengan ganda Jepang Yuta Wataneb/Arisa Higashino 18-21, 21-16, dan 18-21.

Sementara dalam dua pertandingan lain, ganda Indonesia itu kalah yaitu dengan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dan ganda China Wang Yilyu/Huang Dongping.

Hafiz/Gloria juga berharap dapat memegang tiket pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 dengan mengikuti pertandingan-pertandingan kualifikasi yang akan berlangsung pada 2019.

"Kami sudah sampai pada tahapan sekarang. Kami ingin meningkatkan kualitas latihan kami karena kami sudah nyaman bertanding pada turnamen-turnamen tahunan," kata Hafiz.

Hafiz mengakui masih perlu memperbaiki kendala komunikasinya bersama Gloria ketika bertanding selain mental dalam bermain. "Saya lebih memilih diam. Tapi, saya akan berbicara jika sudah merasa tidak nyaman. Sedangkan Gloria lebih bersikap cuek," kata Hafiz.

Hafiz mengaku beban sebagai penerus Owi/Butet pada sektor ganda campuran sangat terasa. "Kami tidak ingin memikirkan hal itu dan mengambil sisi positifnya. Latihan kami sudah benar dan pada pertandingan saja kami harus lebih rapi," katanya.

Selepas keikutsertaan dalam Turnamen Bulu Tangkis BWF World Tour Finals 2018, Hafiz/Gloria akan kembali mengikuti turnamen tahunan pada 2019 yang dimulai dari Malaysia Masters pada 15-20 Januari 2019.

Sumber: Tempo

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Bekas bos Chelsea, Jose Mourinho, sepertinya bakal mendapatkan pekerjaan baru setelah dipecat dari Manchester United. Dia dikabarkan akan menangani Real Madrid menggantikan manajer caretaker Santiago Solari. Menurut laporan situs Gol Digital sebagaimana dikutip Express,...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyerang andalan klub Italia, Juventus, Cristiano Ronaldo, ingin menjual rumah mewahnya di Inggris senilai 3,25 juta poundsterling kira-kira setara dengan Rp 60 miliar. Rumah bertingkat warna merah bata milik...

SUKABUMIUPDATE.com - Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali menaruh kepercayaan kepada Indra Sjafri dan Bima Sakti menangani tim nasional (Timnas). Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan keduanya ditunjuk melatih...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya