//
Menu

09 Nov 2020, 21:09 WIB

Warga Gununghiur Bagikan Proses Tandu Ibu Hamil Akibat Jalan Butut

SUKABUMIUPDATE.com- Dengan menggunakan kain sarung Irma, yang merupakan anak kakak saya harus ditandu oleh warga melintas jalan terjal lewat jalan Dadali - Cibiru tembus ke Bojonghaur, dengan penerangan memakai obor dari bambu," jelas Nendi (34 tahun), sepupu Irma yang juga tinggal di Kampung Gununghiur saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Senin (9/11/2020).

"Irma sendiri melahirkan di RS Palabuhanratu dengan kondisi sehat. Ibu dan bayi laki-lakinya selamat. Sesudah itu, pulang dari rumah sakit juga sama, Irma ditandu lagi melintasi jalan becek Desa Neglasari sampai ke Kampung Gununghiur," imbuh Nendi.

Nendi melanjutkan, kisah yang menimpa saudaranya yang hendak melahirkan itu adalah satu dari sekian cerita warga yang kesulitan, akibat akses jalan menuju Kampung Gununghiur Desa Bantarsari kondisinya sangat parah, yakni jalan tanah, berbatu dan berlumpur.

"Itu jalan desa. Panjang empat kilometer, lebar 2,5 meter. Itu adalah akses jalan satu-satunya untuk warga Kampunghiur," katanya lagi.

Nendi menjelaskan, wilayah Kampung Gununghiur dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga. Semua warga Gununghiur bahkan sudah merasa tak aneh lagi lantaran akses jalannya tak pernah diperbaiki.

"Untuk menuju jalan aspal harus ditempuh dengan jalan kaki, apabila membawa ibu hamil dan orang sakit. Karena kondisi jalan rusak parah, sehingga tidak bisa dilewati dengan kendaraan roda empat," ucap Nendi.

Ia menuturkan, kondisi memprihatinkan itu sudah berlangsung sejak lama, Tak ada sentuhan pembangunan akses jalan. Terlebih, warga memang seringkali menandu ibu-ibu yang mau melahirkan, hingga orang sakit yang mau dibawa berobat.

"Warga menandu ibu hamil atau orang sakit biasanya mengambil jalan pintas (takulan) ke jalan Bebecek dan jalan Dadali - Cibiru yang tembus ke Bojonghaur Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong," tandasnya. 

 

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Ada banyak jenis makanan yang tidak sehat dan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak memilikinya. Ini terjadi karena kecanduan makanan. Dilansir dari Tempo.co, ini terutama terjadi pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal serumah dengan orang yang positif Covid-19 bisa membuat khawatir dan stres. Meskipun penting untuk merawat yang sakit, orang juga perlu menjaga kesehatan sendiri karena mungkin saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan asrama haji akan menjadi tempat untuk karantina jemaah umrah sebelum berangkat. Ia menyebut lamanya karantina maksimal tiga hari. "Karena memang kita sudah sepakat...

SUKABUMIUPDATE.com - Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) nomor 22 tahun 2020 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya