Menu

Senin, 02 Desember 2019, 17:45 WIB

Video: Aksi Sindikat Oplos LPG 3 Kg di Sukabumi Terbongkar!

SUKABUMIUPDATE.com - Masing-masing tersangka ini memiliki peran berbeda, D adalah pemilik perusahaan dan R merupakan karyawannya.

"Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah dengan memindahkan isi dari tabung 3 kilogram subsidi ke tabung 12 atau 50 kilogram," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo, dalam konferensi pers press conference terkait pengungkapan kasus yang berhasil dilakukan oleh Sat Reskrim dan Sat Narkoba di Mapolres Sukabumi Kota, Senin (2/12/2019).

Dalam menjalankan aksinya, tersangka membeli tabung gas 3 kilogram secara eceran dari warung-warung yang ada di wilayah Sukabumi dengan harga Rp 19 ribu. Setelah itu, tersangka menyuntikan isi dari gas 3 kilogram tersebut ke tabung gas 12 kilogram lalu dijual dengan harga Rp 129 hingga Rp 150 ribu. Sedangkan untuk tabung gas 50 kilogram dijual Rp 652 ribu.

"Konsumennya rata-rata di wilayah pelabuhan. Pelaku sudah beroperasi kurang lebih dua tahun," jelasnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. "Barang bukti yang diamankan ada regulator, selang dan 129 tabung gas 3 kilogram serta 100 tabung 12 kilogram," jelas Wisnu.

Adapun takaran yang digunakan tersangka dalam mengoplos tabung gas tersebut adalah, 4 tabung gas 3 kilogram disuntikan ke dalam tabung gas 12 kilogram. Sedangkan untuk tabung gas 50 kilogram, itu berasal dari 15 tabung gas 3 kilogram.

Setelah dioplos, tabung gas tersebut kemudian disegel dan dijual secara ecer serta menerima pesanan."Mereka itu punya segel dan faktur sendiri. Menjualnya pun dia ngecer, ada yang membutuhkan dia drop," jelas Wisnu.

Untuk memuluskan aksinya, tersangka berpura-pura memiliki sebuah CV sub agen gas elpiji. Namun setelah diselidiki, perusahaanya tidak resmi. "Sementara perusahaan ini tidak resmi, dimana dia membentuk CV tapi belum mendaftarkan CV-nya, tetapi di stempel bonya ditempelkan CV itu," papar Wisnu.

Sementara itu, tersangka D mengatakan, mempelajari cara mengoplos gas elpiji tersebut dari warga Jakarta. Gas oplosan itu dijual ke warung-warung dan restoran tanpa ada yang curiga itu gas oplosan. "Tidak ada yang curiga dan kadang dijual ke warung dan restoran," jelasnya.

Akibat perbuatanya, para tersangka dijerat UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman hukuman tiga dan enam tahun. Selain itu, mereka pun dijerat UU perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman empat tahun.

 

Reporter : OKSA BC
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri BUMN Erick Thohir telah memecat Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara gara-gara ketahuan menyelundupkan motor Harley-Davidson di kabin pesawat. Meski dikenal sebagai kolektor motor gede itu,...

SUKABUMIUPDATE.com - Jangan becanda berlebihan di dalam pesawat. Apalagi menyebut soal bom dan bahan peledak. Seorang pria berinisial TH, penumpang pesawat AirAsia, di Bandar Udara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, harus menanggung...

SUKABUMIUPDATE.com - Longsor melanda Kampung Cidadap RT 10/02 Desa Muaradua, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/12/2019) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Longsor terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan...

SUKABUMIUPDATE.com - Hujan deras yang mengguyur Sukabumi menyebabkan longsor di sejumlah titik, Jumat (6/12/2019). Bencana tersebut tak hanya terjadi di daerah permukiman saja, tanah yang berada tepat di bawah rel...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya