Menu

Selasa, 08 Oktober 2019, 09:33 WIB

Banjir Bugeul Tegalbuleud Mulai Rendam Pemukiman

SUKABUMIUPDATE.com - Empat rumah di Kampung Datar Nangka Desa/Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi sudah mulai terendam banjir bugeul luapan muara sungai Cibuni. Fenomena alam dampak kemarau panjang ini dikhawatirknya kembali merendam pemukiman karena per harinya luapan air sungai naik hingga 20 centimeter karena tak mampu masuk ke laut. 

Hari ini, Senin (7/10/2019) tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi meninjau dampak banjir bugeul. “Dalam tiga hari terakhir ini air terus naik per harinya mencapai 20 centimeter dan sudah merendam sejumlah rumah,” jelas Kasie Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman kepada sukabumiupdate.com.

Rumah yang mulai terendam air memang masih bisa dihuni karena masih sebatas perkarangan, belum masuk hingga ke dalam bangunan. Namun Eka meminta warga yang tinggal di kawasan banjir bugeul ini selalu siaga, dan memantau kondisi air.

“Kita juga sudah berkordinasi dengan desa, relawan bpbd, tagana dan lainnya untuk bersiap jika memang warga harus dievakuasi,” sambung Eka.

Pemerintah menyatakan dalam posisi siap mengevakuasi warga jika memang banjir bugeul ini sudah mengancam kehidupan warga. “Inikan fenomena alam pernah terjadi beberapa kali dan saat itu memang tidak berbahaya, tapi kita tetap harus waspada,” jelas dia.

Hal ini dibenarkan oleh sesepuh kampung Datar Nangka Yayan (52 tahun). Yayan salah satu saksi yang berulangnya banjir bugeul di muara sungai Cibuni sejak tahun 1980 an. “Sudah empat kali terjadi, banjir ini karena air sungai tidak mampu lewat tanggul laut,” jelasnya kepada sukabumiupdate.com

Sejauh ini kata Yayan, tidak ada korban dari banjir Bugeul karena memang air naik perlahan dan bisa diketahui oleh warga. “Bukan banjir arus deras, tapi banjir merendam sedikit demi sedikit. Dulu juga pernah merendam rumah, yang punya rumah tinggal mengungsi ke saudaranya yang aman,” sambung dia.

Selain Datar Nangka, banjir bugeul juga mengancam warga di Kampung Citamiang yang dekat dengan muara sungai Cibuni. “Kalau memang harus ditangani ya, itu tanggul pasir pantainya dibongkar saja sama alat berat, tapi lihat dulu dampaknya karena ini kejadian alam hampir 10 tahun sekali jika kemarau terlampu panjang,” pungkas yayan.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Bank Rakyat Indonesia (BRI) akhirnya angkat bicara soal “janji palsu” bantuan renovasi Madrasah Diniyah (MD) Nurul Iman Cikaso dan SDN Cijaksi di Kampung Cijaksi, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud,...

SUKABUMIUPDATE.com - Madrasah Diniyah (MD) Nurul Iman di Kampung Cijaksi, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi pernah dijanjikan bantuan renovasi oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno. BACA JUGA: Dijanjikan Perbaikan oleh Menteri...

SUKABUMIUPDATE.com - Banjir bugeul di muara Sungai Cibuni, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, kini mulai surut. Hampir 11 hari banjir merendam ratusan hektar lahan pertanian, dan mengancam rumah warga di Kampung...

SUKABUMIUPDATE.com - Aksi penyegelan kantor Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, oleh warga berakhir. Segel berupa balok kayu dan bambu di pintu depan kantor desa dibuka, Senin (7/10/2019) malam. Dibukanya...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya