Menu

06 Sep 2019, 20:16 WIB

Video: Jangan Peras Kami! Aksi Massa Tolak Kenaikan Iuran BPJS

SUKABUMIUPDATE.com - Rencana kenaikan iuran BPJS mendapat berbagai macam respon dari masyarakat, salah satunya adalah respon penolakan dari Aliansi Muslim Indonesia Raya (AMIR) saat menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Sukabumi, Jumat (6/8/2019).

"Kami pun menolak kenaikan tarif BPJS, karena beban yang dirasakan masyarakat akan semakin sulit," ucap Koodinator AMIR, Budi Lesmana kepada sukabumiupdate.com.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sukabumi, Yasmin Ramadana Harahap mengatakan kenaikan tarif iuran tersebut adalah satu dari tiga opsi yang dilakukan pemerintah pada saat BPJS mengalami defisit.

"Jika terjadi defisit itu ada tiga mekanisme yang bisa dilakukan. Pertama, mengurangi manfaat. Kedua, penyesuaian iuran atau kalau masyarakat awam bilangnya kenaikan. Ketiga, suntikan dari pemerintah. Untuk mengurangi manfaat itu opsinya tidak diambil oleh pemerintah. Untuk menalangi pun pemerintah mungkin tidak sanggup. Jadi diambil opsi yang kedua," jelas Yasmin.

Yasmin mengungkapkan, sejak BPJS berdiri pada tanggal 1 Januari 2014, angka iuran yang telah dihitung oleh ahli yang profesional itu tidak sama dengan angka iuran yang ditetapkan oleh pemerintah. Ia menuturkan, pemerintah mengesahkan angka iuran di bawah dari angka yang telah ditetapkan berdasarkan perhitungan tersebut. Sehingga selama ini, angka iuran sebenarnya lebih kecil dari angka manfaat secara hitungan aktuarisnya, jadi menimbulkan defisit.

"Sebenarnya kan itu masih pengajuan dari Kementerian Keuangan ke Presiden, dan sampai saat ini belum ada tanda tangan untuk Perpres-nya, jadi kita tunggu saja berapa kenaikannya. Sebenarnya kan bukan BPJS yang mengajukan kenaikan, bukan BPJS yang mengesahkan kenaikan, kita hanya menjalankan regulasi yang sudah ada. Pengajuan itu dari Kementerian Keuangan, dan pengesahannya oleh Presiden. Kita kan hanya prajurit," pungkas Yasmin.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kota Sukabumi terus melakukan pelacakan atau tracing kasus Covid-19 meskipun telah memasuki level kewaspadaan zona hijau.  Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, pihaknya terus melakukan tes swab...

SUKABUMIUPDATE.com - "Nama saya Almira dari gugus sembilan. Taraktakdung 2020, taraktakdung, taraktakdung, taraktak-tak-takdung. Pararunten akang teteh," ucap Almira dalam video. Bukan tanpa alasan Almira membuat video Tiktok tersebut. Video tersebut...

SUKABUMIUPDATE.com - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi, menilai pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos) dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahap dua tidak sesuai jumlahnya dengan tahap pertama.  Oleh sebab...

SUKABUMIUPDATE.com - Kafein memang meningkatkan kemampuan untuk fokus dan pemecahan masalah. Dilansir dari suara.com, tetapi sebuah studi baru oleh peneliti Universitas Arkansas menunjukkan, meskipun meningkatkan kemampuan fokus, kafein tidak...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya