Menu

Selasa, 03 September 2019, 14:47 WIB

Video: Warga Protes! Penyisihan Lahan PT Asabaland Kurang dari 20 Persen

SUKABUMIUPDATE.com - Sebelumnya ada pertemuan antara Kepala Desa Gunungbatu, pihak manajemen PT Asabaland pada Kamis 10 Januari 2019 lalu. Hasil dari pertemuan yang diketahui pihak kecamatan Ciracap ini yaitu dikabulkan penyisihan 20 persen dari luas keseluruhan HGU sekitar 850 hektare di wilayah Desa Gunungbatu. Tapi kenyataannya lahan yang disisihkan cuma 6 hektare.

Tokoh masyarakat Harjo Nata Wijaya (67 tahun) mengaku sudah bicara langsung dengan Bupati Sukabumi tentang hal ini. Bupati menjamin warga mendapatkan 20 persen dari HGU PT Asabaland. Harjo pun menyampaikan kepada bupati bahwa 20 persen lahan HGU yang disisihkan dari PT Asabaland masih kurang.

"Pak sesuai dengan permohonan yang udah bapak pegang itu dari pak kades dan BPD, masih kurang pak kalau 20 persen. Kata Bupati, udah 20 persen pegang itu. Saya bilang, tapi pak ini masyarakat kan banyak tidak kebagian, kata Bupati tenang kan HGU mau maju. Itu di villa, itu udah dua kali pak bupati bilang deal pokoknya 20 persen pegang," ujar Harjo.

Aksi warga Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor kecamatan Ciracap dilakukan secara spontanitas setelah warga melihat adanya pengukuran lahan HGU yang akan disisihkan kepada masyarakat. Namun ukurannya tak sesuai harapan masyarakat karena kurang dari 20 persen dari total keseluruhan lahan PT Asabaland di Desa Gunungbatu. Menurut warga pengukuran dilakukan oleh Dinas Tata Ruang.

Mengenai Bupati yang sudah mendealkan 20 persen, Asep menyatakan tidak pernah tahu hal itu. Mungkin yang disampaikan Bupati adalah dalam aturan perusahaan-perusahaan perkebunan yang memperpanjangkan HGU agar bisa menyisihkan maksimal 20 persen. Tapi hal itu harus melalui pengkajian.

"Saya tidak pernah mendengar pak bupati langsung menyatakan bahwa silahkan 20 persen harus diambil, tidak. Tapi tadi kata masyarakat menyatakan pernah menyaksikan, saya tidak tahu itu. Mungkin (masyarakat) salah mendengar, ada aturan mungkin kata bupati," tukasnya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah mobil berisi rombongan guru terjun bebas masuk jurang sedalam kurang lebih 10 meter di Kampung Sindangsari RT 03/02 Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/9/2019)...

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan warga Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendatangi kantor kecamatan Ciracap, Selasa (3/9/2019). Kedatangan warga yang berasal dari Dusun Cigelang dan Dusun Sukatengah ini untuk mempertanyakan janji penyisihan...

SUKABUMIUPDATE.com - Masih ingat dengan Suanti? Gadis lumpuh yang kini berusia 29 tahun asal Kampung Leuwi Jengot RT 01/04 Desa Gunungbatu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Putri bungsu dari tujuh...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya