Menu

23 Agu 2019, 12:43 WIB

Video: Mabuk Bareng Lalu Keroyok Remaja di Kota Sukabumi

SUKABUMIUPDATE.com - Sebelum melakukan aksi pengeroyokan, keempat pelaku berkumpul di depan Departement Store Ramayana, Sabtu (17/8/2019) dini hari sambil minum inti sari.

Setelah itu para pelaku berangkat menggunakan dua sepeda motor ke kosan korban di Jalan Pemuda, Gang H Jayadi Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang untuk menjemput TA, yaitu mantan pacar dari salah satu pelaku.

Korban dianggap menyakiti TA, hal itu membuat salah seorang pelaku yang merupakan mantan TA ini meradang dan cemburu. Di kosan ini, para pelaku yang di bawah pengaruh alkohol mengeroyok dan membacok korban. Termasuk, SR pelaku wanita juga ikut memukul dan menendang korban.

Polisi kemudian membekuk tiga pelaku sedangkan seorang pelak berinisial UK masih buron. Korban, seorang remaja pria ini masih dirawat di rumah sakit.

Reporter : OKSA BC
Redaktur : ANDRI SOMANTRI
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kapten tim Persib Bandung Supardi Nasir mengaku sangat antusias menjalani latihan perdana bersama rekan-rekan lainnya di skuat Maung Bandung. Persib menggelar latihan perdana di stadion Gelora Bandung...

SUKABUMIUPDATE.com - Erdian Aji Prihartanto alias Anji mengaku siap bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai upaya membalas kesalahannya. Penyanyi pop itu sebelumnya mendapat kecaman dari sejumlah pihak...

SUKABUMIUPDATE.com - BPJS Ketenagakerjaan menyebutkan sampai saat ini masih ada perusahaan yang belum melaporkan upah karyawan yang sebenarnya, termasuk untuk keperluan program subsidi gaji bagi pekerja berpenghasilan di bawah...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Tulus Abadi mengatakan salah satu faktor penyebab munculnya klaim-klaim obat anti Covid-19 adalah buruknya politik manajemen penanganan wabah...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya