Menu

08 Sep 2020, 12:00 WIB

Deretan Figur Publik Terjerat Narkoba, Polisi: Alasan Klasik Pandemi Covid-19

Penyanyi Reza Artamevia mengenakan baju tahanan saat hadir dalam rilis kasus penyalahgunaan narkoba di Polda Metro Jaya, Ahad, 6 September 2020. | Sumber Foto:TEMPO/M Taufan Rengganis

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menyebut pandemi Covid-19 menjadi alasan klasik figur publik yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan obat terlarang alias narkoba.

"Saya sudah katakan di tiap konferensi pers bahwa di masa pandemi Covid-19 ini ada beberapa figur publik yang berhasil kita amankan, ditangkap, terkait kasus narkoba. Memang setiap kita amankan ditanyakan motifnya salah satunya seperti itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Senin, 7 September 2020.

Yusri kemudian menegaskan tidak ada satu pun alasan yang membenarkan siapapun untuk menyalahgunakan barang haram tersebut.

"Bilang di masa pandemi ini di rumah saja dan terpengaruh, kemudian menggunakan lagi. Itu salah satu motif yang dia sampaikan tapi bukan menjadi alasan bagi kita juga," tambahnya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan penyidik kepolisian dalam hal penyalahgunaan narkotika akan tetap berpedoman kepada undang-undang, dalam hal ini salah satunya adalah UU No.35 tahun 2009 tentang Nakotika.

"Penyidik dalam hal ini apabila memenuhi unsur-unsur persangkaan di dalam pasal di Undang-Undang No.35, ini yang akan kita terapkan di pasal itu," dia memungkasi.

Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran dalam beberapa waktu terakhir menangkap sejumlah selebritas lantaran kasus penyalahgunaan narkotika, antara lain penabuh drum (drummer) grup musik J-Rocks, Anton Rudi Kelces, kemudian eks drummer grup musik BIP, Jaka Hidayat, artis Catherine Wilson dan yang terbaru adalah penyanyi Reza Artemevia.

Hampir semuanya melontarkan alasan menggunakan narkotika lantaran sepi tawaran pekerjaan dan mengisi kekosongan akibat pandemi Covid-19.

sumber: tempo.co

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Alternatif Nagrak, tepatnya di Kampung Pamuruyan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/10/2020) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Mobil bak terbuka atau...

SUKABUMIUPDATE.com - Pelayanan Kantor Telkom cabang Cicurug, Kabupaten Sukabumi sementara ditutup. Hal itu disampaikan kepada masyarakat melalui surat bertuliskan "Pelayanan Sementara Ditutup" yang disematkan pada pos satpam. Kabar beredar, penutupan ini...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan kasus terkonfirmasi positif bertambah 4.432 orang, pada Kamis, 22 Oktober 2020. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sampai pukul 12.00 WIB, jumlah kasus harian positif...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas Percepatan Penanganan (STPP) Covid-19 Kota Sukabumi mengumumkan adanya 8 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru pada Kamis (22/10/2020). Dengan penambahan tersebut, total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya