Menu

Senin, 08 Agustus 2016, 19:43 WIB

Perlahan Tergerus Zaman

  • Mama (58), warga Kampung Pasir Angin, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, sedang meraut lembaran bambu yang akan dijadikan bahan bilik. Ia telah menjadi pengrajin bilik bambu sejak 25 tahun lalu.
  • Stok bilik bambu yang menumpuk akibat kesulitan memasarkan. Bilik berbahan daging bambu ini dijual seharga Rp30 ribu per lembar. Sedangkan bilik berbahan kulit bambu hitam dijual seharga Rp150 ribu pe
  • Mama tengah mengobrol bersama anaknya, mengenai masa depan usaha bilik bambu milik mereka.
  • Pembeli mengangkut bilik bambu dari rumah produksi bilik milik Mama.
  • Yana Suryana (25), anak dari Mama, tengah menghitung hasil penjualan bilik bambu.
Sumber : Fery Heryadi/sukabumiupdate.com
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.
    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya