Menu

Sabtu, 27 Oktober 2018, 06:15 WIB

Mimpi Bersama Anak Muda Selatan Sukabumi Demi Pajampangan

Derry Muziantara. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com – Sejumlah anak muda dari wilayah selatan Kabupaten Sukabumi mewujudkan mimpi untuk mengangkat derajat masyarakatnya melalui seni dan budaya. Anak muda inipun menggelar event kolosal besar bertajuk Rampak Pajampangan yang dipusatkan di Lapangan Tegallegok, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Beragam atraksi ditampilkan, di event yang berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (26/10/2018). Tak Hanya atraksi seni dan budaya, event ini juga akan menampilkan banyak hasil tangan kreatif warga Pajampangan yang selama ini berjuang dalam ruang usaha kecil menengah.

Redaksi sukabumiupdate.com, berkesempatan ngobrol santai dengan ketua event kolosal rampak pajampangan, Derry Muziantara disela kesibukan pada pembukaan acara ini. Pria kelahiran tahun 1979 ini dipercaya sebagai pimpinan anak muda kreatif yang berada dibelakang acara seni dan budaya Rampak Pajampangan.

Berikut petikan wawancaranya;

Sebenarnya apa latar belakang dan pemikiran dibalik Rampak Pajampangan?

Sangat sederhana kita hanya berpikir bagimana menciptakan kekompakan dan memperkuat silahturahmi potensi Pajampangan, dengan memunculkan kearipan lokal, budaya seni dan ekonomi.

Siapa saja sih yang terlibat disini?

Banyak, mereka adalah anak anak muda asli dari wilayah Pajampangan yang kreatif dan memiliki semangat tinggi untuk memajukan wilayah dan masyarakatnya. Tidak bisa disebutkan satu persatu, tapi panitia acara ini asli anak muda Pajampangan

Lalu apa isi dan konsep event dari Rampak Pajampangan?

Isinya adalah banyak atraksi seni dan budaya. Tak hanya itu kami juga berupaya menampilkan hasil karya ekonomi warga Pajampangan. Untuk aksi massanya adalah nikeh layet atau jalan santai, dan banyak lagi, termasuk pemilihan mojang jajaka Pajampangan. 

Bisa berbagi kisah perjalanan hingga acara ini bisa digelar, infonya kurang dapat perhatian Pemda?

Dari awal sangat prihatin,sebuah perjalanan yang menyedihkan sebetulnya. Karena ini murni dari keinginan dan semangat bukan dari program yang sudah ada dananya. Panitia tidak  mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah. Mudah mudahan kesuksesan kami menggelar Rampak Pajampangan ini bisa menjadi bukti agar dapat perhatian yang lebih kedepan dari pemerintah.

Apakah acara ini akan berlanjut tahun depan? Dan apa harapannya?

Harapannya tetep terus harus dipelihara dan mudah mudahan seni pajampangan ini menjadi ciri khas yang nantinya akan mendatangkan perbaikan ekonomi warga melalui wisata. Dan bisa menyumbang pendapatan asli daerah Kabupaten Sukabumi. Ditahun yang akan datang kami bermimpi bisa menggelar lebih luas khususnya pelibatasan semua unsur di wilayah Pajampangan.

Kenapa tidak disatukan dengan festival geopark ciletuh yang digagas pemerintah? 

Ini murni masyarakat Pajampangan yang ingin bikin event. Kami berharap justru yang dari geopark itu bisa nantinya bisa di transpormasikan ke acara ini. Rampak pajampangan menjadi salah satu event Ciletuh Geopark Festival, ataupun acara lainnya.

Kenapa hanya Pajampangan? Tidak melibatkan yang lain

Pajampangan itu kan batasnya sungai Cimandiri, sampai Simpenan. Jadi daerah itu yang memang kita libatkan supaya nantinya ikut merasakan rampaknya. Dari budaya, seni dan ekonominya.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Disbudpora Kabupaten Sukabumi berencana membangun skate park untuk memfasilitasi komunitas skaterboard agar bisa leluasa bermain. Tapi, komunitas skateboard mesti sabar, karena pemerintah akan mendahulukan fasilitas lain yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Bupati Sukabumi Marwan Hamami berharap Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (Hakli) Kabupaten Sukabumi, agar mengidentifikasi dan mengantisipasi penyakit sejak dini saat memasuki musim hujan sekarang ini. "Kami berharap...

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus penemuan mayat Fatimah di sebuah rumah kontrakan di Jalan Cipicung, Kampung Mangkalaya RT 07/05, Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (22/10/2018), mulai terungkap. Dari hasil...

SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi masih menjadi persoalan hingga kini. Diantaranya jembatan Cirajeg yang merupakan penghubung Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah dengan Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya. Jembatan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya