Menu

10 Agu 2020, 16:06 WIB

Rumah Baca Ceria di Gandasoli Sukabumi Sediakan Fasilitas Belajar Gratis, Luring dan Daring

Suasana belajar Luring di Rumah Baca Ceria, Senin (10/8/2020) | Sumber Foto:SUKABUMIUPDATE/KOKO MUHAMAD

SUKABUMIUPDATE.com - Sekelompok siswa kelas empat Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gandasoli antusias mengikuti pembelajaran luar jaringan (Luring) di Rumah Baca Ceria, Jl. Gandasoli Raya No.8, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/8/2020). 

Sejak tanggal 4 Agustus 2020 lalu, rumah baca milik Yayasan Bina Warga Berdaya ini menyediakan fasilitas tempat, wifi, aplikasi pembelajaran, peralatan belajar, sampai makanan ringan secara gratis untuk anak-anak dan guru yang belajar luring maupun dalam jaringan (daring).

Semua aktivitas tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) seperti mencuci tangan, cek suhu badan dengan thermol gun dan wajib menggunakan masker. Rumah Baca Ceria rutin buka saban hari mulai jam 09.00 sampai 15.00. 

Menurut Ketua Yayasan Bina Warga Berdaya, Dr. Tejawiani, M.M, selain rumah baca, yayasannya juga membuka Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan kesetaraan, pendidikan karakter dan pendidikan kecakapan hidup. "Kalau penyediaan tempat dan fasilitas buku bacaannya sudah dari tahun 2019," kata Tejawiani yang didampingi Suaminya, Dr. Ir. Ahmad Rifandi, M.Sc. sebagai Pembina Yayasan Bina Warga Berdaya.

Rumah Baca Ceria, Jl. Gandasoli Raya No.8, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi

Tejawiani mempunyai cara untuk mengenalkan buku dan meningkatkan minat baca kepada anak-anak di sekitar rumah bacanya. Diantaranya melalui lomba mewarnai tingkat SD dan TK/PAUD, lomba literasi asma ul husna dan nonton bareng. Bahkan, Tejawiani dan pengurus lainnya rela merogoh kocek sendiri untuk memberikan hadiah bagi peserta yang memenangkan lomba."Yang penting peserta dan orang tua antusias," ujarnya.

Lebih lanjut, Tejawiani menerangkan Visi yayasannya yang ingin berperan sebagai media penguatan karakter, peningkatan literasi masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga. Visi tersebut, menurut wanita yang berprofesi sebagai dosen ini akan dicapainya melalui misi yaitu menyelenggarakan berbagai temu warga untuk penguatan karakter dan kemandirian keluarga, menyelenggarakan perpustakaan untuk masyarakat dan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

"Untuk peningkatan ekonomi misalnya, tahun lalu kami telah menyelenggarakan pelatihan eco print untuk masyarakat. Sedangkan untuk tahun ini, bulan Maret lalu dilaksanakan pelatihan pembuatan baki hantaran hasil kerjasama dengan salah satu BUMN," terangnya.

Ia pun berharap kehadiran yayasan bisa menjadikan masyarakat kampung Gandasoli, Desa Cipurut khususnya dan Kecamatan Cireunghas umumnya memiliki kemampuan literasi yang tinggi, memiliki karakter yang kuat dan mandiri serta keterampilan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga. 

Fasilitas belajar gratis ini juga dilengkapi protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, siswa yang akan masuk ke Rumah Baca Ceria mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Ditempat yang sama guru SDN Gandasoli, Indri Komariyah mengaku sangat terbantu dengan fasilitas belajar daring maupun luring yang disediakan oleh Rumah Baca Ceria. Indri bercerita ia dan guru lainnya awalnya diundang dan diajak oleh Yayasan untuk memanfaatkan fasilitas disini, "Kami juga ditanya butuh apa saja, kemarin butuh infocus dan stiker kita ajukan terus dipenuhi. Ini juga terbuka untuk umum, SMP dan SMA," kata Indri seusai pembelajaran luring.

Menurut wanita 27 tahun ini, pembelajaran daring saat ini terkendala oleh fasilitas handphone yang tidak dimiliki oleh seluruh siswanya, karena itu selain membuat video pembelajaran untuk di bagikan ke grup aplikasi perpesanan setiap harinya, Indri dan guru lainnya tetap berkeliling untuk memberikan pembelajaran kepada siswa secara kelompok.

"Pembelajaran di Rumah Baca Ceria ini salah satu kelompok belajar luring, jadi mereka yang berdekatan dengan lokasi rumah baca yang belajar luring disini," terangnya.

Meskipun pemerintah telah merencanakan membuka kembali belajar tatap muka, namun menurut Indri sekolahnya akan terus memanfaatkan kehadiran Rumah Baca Ceria untuk menambah kegiatan belajar siswanya. "Terutama disini untuk les dan perkenalan pembelajaran IT karena nanti akan disediakan fasilitas komputer," pungkasnya

 

Reporter : KOKO MUHAMAD
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Pekerjaan konstruksi jembatan Proyek Japek II Selatan milik PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) pada Ramp 4, tepatnya berada di kilometer 76+200 Jalan Tol Cipularang akan dilanjutkan kembali....

SUKABUMIUPDATE.com - Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) berhasil menjuarai balapan MotoGP Catalunya di Sirkuit Barcelona, Spanyol, Ahad, 27 September 2020. Ia mengungguli Joan Mir (Suzuki Ecstar) dan Alex Rins (Suzuki...

SUKABUMIUPDATE.com - Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 3.874 orang pada Ahad, 27 September 2020. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 10 provinsi...

SUKABUMIUPDATE.com - Dalam sebuah video konferensi pers yang dirilis oleh penyelenggara MotoGP kemarin (26/9/2020), Valentino Rossi rupanya mengaku kangen untuk bisa balapan di Indonesia. Melansir Suara.com, pembalap yang baru saja...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya