Menu

Sabtu, 27 April 2019, 18:25 WIB

Harapan Museum Kipahare, Upacara Adat Sedekah Bumi Masuk Event Pemkot Sukabumi

Peserta ngarak dondang yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Upacara Adat Sedekah Bumi yang digelar di Kecamatan Baros oleh Museum Kipahare, Sabtu (27/4/2019) | Sumber Foto:CRP 1

SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Museum Kipahare Sukabumi, Sandi. S. Wijaya mengharapkan, acara tahunan upacara sedekah bumi dapat masuk ke dalam event Pemerintah Kota Sukabumi.

BACA JUGA: Kemeriahan Sedekah Bumi dan Ngarak Dongdang di Sukabumi

Menurut Sandi, upacara adat sedekah bumi memiliki makna sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil bumi yang diberikan oleh Tuhan dan dinikmati masyarakat.

"Upacara ini biasanya kita laksanakan pada Maret, namun karena tahun ini bertepatan dengan momen politik, maka kita pindah ke April," ungkapnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (27/4/2019).

Alasan upacara adat sedekah bumi ini, kata Sandi sebagai salah satu bentuk upaya untuk melestarikan kebudayaan yang ada. "Budaya itu adalah jati diri bangsa, maka jika budayanya hilang, hilang juga jati diri bangsanya," pungkasnya.

Reporter : CRP 1/ADV
Redaktur : GARIS NURBOGARULLAH
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Museum Kipahare Sukabumi menyelenggarakan upacara adat sedekah bumi dan ngarak dongdang atau arak-arakan yang terdiri dari hasil bumi, makanan, atau kerajinan khas, di Lapang Garuda Baros, Kecamatan...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved
Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya