Menu

22 Des 2018, 18:46 WIB

Pecinta Motor Tua dan Custom se Jabar Nyantai di Pantai Minajaya Sukabumi

Motor Tua dan Custom diparkir di Pantai Minajaya, Surade, Kabuapaten Sukabumi. | Sumber Foto:Demmy Pratama

SUKABUMIUPDATE.com - Bikers motor klasik dan custom se- Jawa Barat berkumpul di Pantai Minajaya, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Kedatangan mereka adalah merayakan anniversary Pajampangan Engine Classic (PEC) ke 12.

Berbagai macam penampilan Budaya Sunda menjadi suguhan menarik bagi para bikers ini saat melepas lelah. Mulai dari hiburan jaipong, karinding, degung hingga seni beladiri pencak silat ditampilkan dalam kegiatan yang akan berlangsung hingga malam ini.

Tema budaya yang kali ini diusung para pemilik motor antik ini diambil sebagai bentuk kepedulian para bikers terhadap kebudayaan Jawa Barat yang sudah hampir punah. Acara yang mengambil tema Bikers Berbudaya ini diprakarsai oleh Aliyudin Firdaus (38 tahun) sebagai penggiat budaya sekaligus pengurus di PEC.

"Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk kebudayaan Jawa Barat. Kesan bikers yang selalu hura-hura dan identik dengan gaya slengean coba kami ubah dengan menonjolkan sisi budaya lokal," ungkap Ali kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (22/12/2018).

Para peserta yang datang tak hanya berasal dari Sukabumi. Bikers luar daerah seperti Bekasi, Bandung, Bogor, Sumedang, Subang, hingga Majalengka pun hadir membawa motor kebanggaan masing-masing. Salah satunya Arif Saripudin alias Boy (42 tahun), bikers asal Sumedang. Meski terkendala hujan, namun tak menjadi halangan bagi Boy untuk hadir di perayaan anniversary PEC ke 12 di Pantai Minajaya Surade.

"Kami sebagai utusan Jawa Barat berharap semoga acara yang memasukan unsur budaya seperti ini menjadi bagian acara dalam setiap even motor," jelasnya.

Selain motor klasik, motor - motor modifikasi dari kelas biasa hingga ekstrem hadir dan ikut menikmati suguhan hiburan kesenian yang ditampilkan panitia. Seperti salah satunya Mamet (27 tahun), perwakilan Sukabumi Custom Red. Pemilik motor mercy tahun 1983 ini mengatakan, saat ini modifikasi motor banyak mengambil tema budaya.

BACA JUGA: Jaga Kelestarian Sungai di Kawasan Geopark Sukabumi, 600 Ribu Benih Ikan Disebar

"Kegiatan ini ekskulturnya keluar, banyak juga motor kami yang mengaplikasikan budaya. Contohnya kami memasukan unsur batik dan kujang dalam emblime motor kami," paparnya.

Ketua panitia Anniversary PEC ke 12, Dendi Aryata (29 tahun), mengungkapkan kebahagiannya melihat antusias ratusan bikers yang datang dari seluruh pelosok Jawa Barat.

"Kami mencoba melestarikan budaya dengan mengkombinasikan bikers dengan kebudayaan lokal. Selain itu tujuan kami untuk melestarikan kebudayaan," pungkasnya.

Reporter : DEMMY PRATAMA
Redaktur : MULVI MN
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Setelah berbelanja kebutuhan dapur hampir semuanya akan disimpan di kulkas. Yap, kulkas memang tempat paling aman untuk melindungi bahan makanan dan minumanmu agar tetap segar. Namun, tahukah...

SUKABUMIUPDATE.com - Jamu termasuk obat khas Indonesia yang bisa menjadi pilihan membantu memelihara daya tahan tubuh. Salah satunya berperan melindungi dari berbagai penyakit, termasuk COVID-19. Dilansir dari tempo.co, namun, sebaiknya...

SUKABUMIUPDATE.com - Jones Lang LaSalle alias JLL mencatat aktivitas sewa kantor secara global menurun 22 persen dibanding kuartal pertama 2019 setelah banyak transaksi yang dibatalkan atau ditunda akibat wabah...

SUKABUMIUPDATE.com - Pasien Covid-19 Tak Lagi Menular Usai Hari ke-11, Studi Ini Ungkap Faktanya Dilansir dari suara.com, fakta terkait dengan virus corona atau Covid-19 hingga kini masih terus berkembang seiring...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya