Light Dark

Hari Pohon, 15 Kg Paku Dicabut Dari Sepanjang Jalan Surade Ujunggenteng

Komunitas | 21 Nov 2018, 16:53 WIB

Hari Pohon, 15 Kg Paku Dicabut Dari Sepanjang Jalan Surade Ujunggenteng

Komunitas | 21 Nov 2018, 16:53 WIB
Aksi pelajar mencabut paku yang menyakiti pohon di sepanjang Jalan Raya Surade Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi. | Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Peringati hari pohon sedunia, warga Pajampangan melakukan aksi cabut paku di sepanjang pohon penghijauan sepanjang jalan Raya Surade menuju  Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/11/2018). Puluhan relawan ikut dalam aksi ini, terdiri dari pelajar, komunitas pecinta alam dan sosial dari sejumlah wilayah di Selatan Sukabumi.

Aksi ini berhasil mengumpulkan banyak paku, yang dicabut dari pepohonan di sepanjang jalan. Kurang lebih 15 kilogram atau tiga botol plastik minuman mineral atau sekitar 250 biji. Aksi ini dimulai dari Kampung Warungjati, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap hingga ke Pantai Ujunggenteng dan Pantai Pangumbahan.

Aksi ini diikuti sebanyak 50 orang yang terdiri dari masyarakat, Komando Pencita Alam Siswa SMAN 1 Ciracap (Kompasmanic), Komunitas Pencinta Alam Siswa Siswi SMAN 1 Ciemas (Kopa Sisca) dan Komunitas Fotografi Jampang (Frame).

Menurut Ketua Adat Kompasmanic Mawi Gunawan, gerakan cabut paku tersebut merupakan kepedulian terhadap pohon yang selama ini digunakan sebagai media promosi gratis padahal sudah dilarang. "Kami mencabut paku yang menancap di pohon, adapun poster yang berada disana (di pohon) kami pasang lagi tapi dengan memakai tali," ujarnya.

BACA JUGA: Ratusan Poster Caleg di Jalan Ujunggenteng Sukabumi Ditertibkan

Gerakan cabut paku atas dorongan kesadaran pohon sangat berarti bagi kehidupan."Terimakasih untuk semua pihak yang sudah membantu,untuk pak Bayu Risnandar penggagas gerakan cabut paku pembina Kompasmanic, pak Beni Bunyamin dan pembina Kopa Sisca, "pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jalan raya ini sebelumnya dipenuhi poster para caleg yang kemudian ditertibkan oleh Panwascam setempat. Namun masih banyak paku yang menancap di pohon pohon yang sebelumnya digunakan untuk media promosi.

Image

Nuria Ariawan

Redaktur

Image

RAGIL GILANG

Reporter