Menu

Selasa, 10 Juli 2018, 17:33 WIB

PKL Jawa Barat di Kabupaten Sukabumi, PMII Bicara Ideologi Radikalisme

Pelatihan kader lanjut PMII Kabupaten Sukabumi 2018. | Sumber Foto:Ibrahim Bambali

SUKABUMIUPDATE.com - Hari ini, Selasa (10/7/2018) Kegiatan Pelatihan Kader Lanjut Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia (PKL - PMII) tingkat Jawa Barat resmi dimulai. Selama lima kedepan kader kader PMII akan diberi pelatihan moving class di Perguruan Islam Al-Masthuriyah, Cibolang, Kabupaten Sukabumi.

BACA JUGA: Fitra Bangun Jejaring Advokasi Anggaran di Sukabumi

Kegiatan kaderisasi dengan tema "Menelusuri Akar Epistimologi Islam Ahlusunnah Wal Jama'ah" ini,  diikuti 50 peserta dari berbagai delegasi, masing-masing cabang kota dan kabupaten di Jawa Barat. Kegiatan ini secara langsung dibuka oleh Pengurus Besar PMII, yang hadir adalah Rusman Nurdiansyah, didampingi, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa barat, Fachrurizal beserta pengurus tingkatan lainnya, alumni dan tamu undangan.

Para akan dibekali materi  materi yang berdasarkan pada nilai-nilai  keislaman, kemahasiswaan dan keindonesiaan.”Kita berharap selesai pelatihan, kader menjadi penggerak kehidupan berbangsa, beragama dan bermasyarakat,” ungkap ketua panitia, Syamsul Rizal.

Sementara Ketua cabang PMII Kabuaten Sukabumi Riswandi mengatakan, kegiatan PKL PMII ini adalah lanjutan kaderisasi angkatan pertama yang digelar akhir Desember 2016. mahasiswa merupakan penggerak utama masyarakat, harus memiliki kemampuan intelektual, moral dan spritual.

“Disaat mereka berhadapan dengan isme-isme (paham-paham) diluar yg bertebaran dan bertabrakan dengan nilai2 luhur kebangsaan, sudah mampu menyaring dan memiliki sikap kritis untuk menemukan solusinya.”

BACA JUGA: Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar Pendiri Poskab Sapujagat Sukabumi

Dalam konteks kesukabumian, menurut Riswandi, PMII berharap kader-kader mampu meredam benih-benih radikalisme.

“Sebab bagaimanapun juga, Kabupaten Sukabumi kotanya santri, jangan sampai generasinya dirusak oleh pemikiran dan isme impor yang tidak memahami kondisi berhubungan sesama masyarakat secara kebudayaan dan keberagamaannya,” pungkasnya.

Reporter : IBRAHIM BAMBALI
Redaktur : FIT NW
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERKAIT

SUKABUMIUPDATE.com - Korban diduga keracunan makanan dari hajatan bertambah menjadi 19 orang. Semua korban langsung ditangani tim medis RSUD Sekarwangi, Selasa (10/7/2018) malam. BACA JUGA: Diduga Keracunan Nasi Hajat, Warga...

SUKABUMIUPDATE.com - Diduga keracunan makanan dari hajatan, sejumlah warga Kampung Cibodas, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi, Selasa (10/7/2018) malam. Rata-rata...

SUKABUMIUPDATE.com - Pernah menjadi salah satu primadona produksi lokal warga pesisir Selatan Kabupaten Sukabumi, pengrajin dan penggarap gula merah kelapa kini makin tersingkir. Ditemui sukabumiupdate.com, Selasa (10/7/2018) sejumlah penggarap...

    © 2017 Copyright. SukabumiUpdate.com. All Right Reserved