//
Menu

18 Nov 2020, 05:59 WIB

Cerita di Balik Ide Kreatif Pemadam Kelaparan ala Tukang Tahu Gejrot di Sukabumi

Gerobak pemadam kelaparan ala tukang tahu gejrot di Lembursitu, Kota Sukabumi. | Sumber Foto:Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Berbagai cara dilakukan pedagang untuk menarik minat pembeli, salah satunya pedagang tahu gejrot di Sukabumi yang memodifikasi gerobak dagangannya agar mirip dengan pemadam kebakaran, lengkap dengan tulisan "Pemadam Kelaparan".

Setelah ditelusuri sukabumiupdate.com, ternyata gerobak pemadam kelaparan tersebut milik salah seorang warga di Kampung Cipanengah Hilir RT 01/04, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Warga itu bernama Dede Supriatna Saher atau akrab disapa Mang Ibing (38 tahun).

Dede mengatakan, awal mula ia memodifikasi gerobaknya itu dikarenakan anaknya sangat menyukai sosok pemadam kebakaran. Hingga di rumahnya sendiri, sambung Dede, banyak mainan mobil pemadam kebakaran milik anaknya.

"Di saat merenung, terlintaslah kata pemadam kelaparan, lalu saya searching di google dan ternyata sudah banyak penjual makanan yang memakai brand "Pemadam Kelaparan". Namun gerobak maupun kendaraan mereka tidak ada yang dimodifikasi mirip mobil damkar," Ujar Dede melalui pesan singkat, Selasa (17/11/2020).

Gerobak pemadam kelaparan ala tukang tahu gejrot di Lembursitu, Kota Sukabumi. Sumber foto: Istimewa

BACA JUGA: Dua Petugas Damkar Tersengat Listrik Saat Kebakaran di Baros Kota Sukabumi

Dede berujar, akhirnya ia berinisiatif untuk memodifikasi gerobak tahu gejrotnya yang sudah cukup lama dipakai untuk berdagang.

"Soal biaya modifikasi sih murah. Untuk cat Rp 100 ribu, scotlite Rp 80 ribu, cutting sticker (merk) Rp 150 ribu, dan pipa paralon serta tutupnya Rp 40 ribu. Total 370 ribu," ucap Dede.

Setelah gerobaknya dimodifikasi, Dede mengaku penghasilannya bertambah hingga 30 persen dari biasanya. Meskipun ia baru dua hari berjualan dengan modifikasi pemadam kelaparannya itu.

"Alhamdulillah biasa per hari Rp 250 ribu, dalam dua hari ini bisa lebih dari Rp 300 ribu," ungkapnya.

Bagi Anda yang penasaran dengan pemadam kelaparan ala Dede, silakan datang ke kawasan SPBU Lembursitu atau di depan Indomaret Jeruk nyelap.

"Mangkal dari jam 10 siang sampai Magrib di SPBU Lembursitu. Kalau habis Magrib sampai pukul 10.00 malam di depan Indomaret," pungkasnya.

Ingat pesan ibu:

Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Reporter : CRP 8
Redaktur : OKSA BC
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Keluhan nyeri dada tak bisa diremehkan. Apalagi jika nyeri itu terasa sampai tembus ke bagian punggung. Banyak penyakit yang memicu nyeri dada dan bisa juga disebabkan komplikasi....

SUKABUMIUPDATE.com - Ada banyak jenis makanan yang tidak sehat dan orang tidak bisa menahan diri untuk tidak memilikinya. Ini terjadi karena kecanduan makanan. Dilansir dari Tempo.co, ini terutama terjadi pada...

SUKABUMIUPDATE.com - Tinggal serumah dengan orang yang positif Covid-19 bisa membuat khawatir dan stres. Meskipun penting untuk merawat yang sakit, orang juga perlu menjaga kesehatan sendiri karena mungkin saja...

SUKABUMIUPDATE.com - Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan asrama haji akan menjadi tempat untuk karantina jemaah umrah sebelum berangkat. Ia menyebut lamanya karantina maksimal tiga hari. "Karena memang kita sudah sepakat...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya