Menu

17 Okt 2020, 06:30 WIB

Mengunjungi Dodo di Sukaraja Sukabumi, Bocah Viral Temani Jenazah Ibunya Seorang Diri

Sanridho Sutopal (9 tahun) atau lebih diakrab disapa Dodo saat ditemui di kediaman keluarganya di Kampung Sukaraja (Kampung Inggris) RT 03/17, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto:CRP 8

SUKABUMIUPDATE.com - Sanridho Sutopal atau lebih diakrab disapa Dodo belakangan ini menjadi buah bibir di masyarakat. Bocah laki-laki berusia 9 tahun itu viral setelah video berdurasi satu menit yang memperlihatkan ia tengah memeluk jenazah ibunya sambil menangis diunggah di salah satu akun aplikasi Tiktok.

Berdasarkan informasi yang didapat dari pihak keluarga, Dodo dan ibunya tinggal di Bangka Belitung. Setelah ibunya meninggal dunia, Dodo sempat dirawat oleh teman ibunya sebelum akhirnya dipulangkan ke Sukabumi oleh Dinas Sosial Bangka Belitung, Selasa (13/10/2020).

Dodo dipulangkan ke kediaman keluarganya di Kampung Sukaraja (Kampung Inggris) RT 03/17, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Ditemui sukabumiupdate.com di kediamannya, Dodo terlihat sedang asyik bermain dengan teman sebayanya.

Bibi dari Dodo, Deliya (27 tahun) menceritakan bahwa yang pihak keluarga ketahui Dodo dan ibunya tinggal di Lampung. Keluarga tidak mengetahui Dodo dan ibunya tersebut tinggal di Bangka Belitung.

"Karena sebelumnya pihak keluarga mengetahui Dodo dan ibunya tinggal di Lampung. Baru tahu kemarin bahwa mereka tinggal di Bangka Belitung." ujar Deliya kepada sukabumiudate.com, Jumat (16/10/2020).

Tangkapan layar video Dodo memeluk jenazah ibunya yang viral di aplikasi Tiktok.

Deliya menceritakan, tiga tahun yang lalu saat Dodo berusia 6 tahun, Dodo dibawa ibunya ke Lampung untuk ikut dengan sang ayah yang bekerja di sana. Namun hingga saat ini, tidak diketahui di mana keberadaan ayah Dodo tersebut.

"Dodo dan ibunya tinggal di Bangka Belitung baru tujuh bulanan dan itu pun mereka numpang di kontrakan temannya," ucap Deliya.

BACA JUGA: Bantu Ibu Mengais Rezeki, Cerita 2 Bocah Kampung Cisero di Sukaraja Isi Liburan Sekolah

Deliya mengaku sempat berkomunikasi dengan ibu Dodo tiga hari sebelum ia meninggal dunia. " Kita kan punya grup WhatsApp keluarga, biasa aja bercanda, pas malemnya dia ngasih tau sakit kepala, dan beberapa hari kemudian ada kabar meninggal," terangnya.

"Ketika ibunya meninggal, Dodo diurus oleh teman ibunya. Ibu Dodo dimakamkan di Bangka Belitung," singkat Deliya menambahkan.

Deliya berujar pihak keluarga sempat bingung perihal biaya pemakamaan ibu Dodo yang mencapai Rp 6 juta. Saat itu pihak keluarga hanya mampu membayar Rp 3,5 juta dan sisanya ditanggung pihak desa dan donasi warga Sukabumi.

"Setelah itu saya bingung untuk mencari ongkos pulang Dodo. Alhamdulillah ada yang memperhatikan dan akhirnya Dodo dipulangkan," ujar Deliya.

Deliya menyebut, Dodo memiliki kelainan sejak lahir sehingga membuatnya berbicara dengan kurang jelas. Terkadang Dodo pun kerap mengeluh sakit di bagian rahang dan sempat dirawat di RSUD R Syamsudin SH sebelum kemudian dibawa ke Bangka Belitung. 

"Dulu Dodo pernah sekolah beberapa bulan. Setelah itu dibawa oleh ibunya dan sekarang Dodo tidak sekolah. Semoga saja dari pihak pemerintah ada yang memperhatikan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja Yusuf Kohar mambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi untuk bisa memulangkan Dodo. Dodo dijemput dan didampingi oleh Pemerintah Desa dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

"Ya alhamdullilah kemarin kita tengok sudah berkumpul dengan keluarga. Tinggal berpikir solusi bagaimana dari anak ini agar supaya bisa sekolah, karena jangan sampai tidak sekolah. Intinya bagaimana supaya tidak terlantar pendidikannya, pulang di sana tetap pendidikannya harus diikuti," tambahnya mengakhiri.

Ingat pesan ibu:

Wajib 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun). Redaksi sukabumiupdate.com mengajak seluruh pembaca untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di setiap kegiatan.

Reporter : CRP 8
Redaktur : OKSA BC
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Paus Fransiskus mengatakan dalam sebuah film dokumenter bahwa pasangan sesama jenis harus dilindungi oleh undang-undang serikat sipil dan merupakan komentarnya yang paling jelas kepada publik untuk mendukung...

SUKABUMIUPDATE.com - Raksasa media sosial Facebook meluncurkan layanan pencari pasangan Facebook Dating di 32 negara Eropa, Rabu, 21 Oktober 2020. Peluncuran tersebut merupakan peluncuran lanjutan. Sebelumnya Facebook sudah meluncurkan...

SUKABUMIUPDATE.com - Jajaran pelatih tim Persib Bandung menyesuaikan program para pemainnya dengan menggelar latihan bersama hanya tiga kali dalam sepekan untuk merespons kompetisi Liga 1 Indonesia yang hingga saat...

SUKABUMIUPDATE.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengajak masyarakat untuk beraktivitas lingkungan selama periode libur panjang, 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020. "Contoh musim hujan bisa mencari bibit...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya