Menu

15 Apr 2019, 07:10 WIB

Abah Ujar, Penjual Kacang Tanah Asal Waluran Sukabumi yang Penuh Semangat

Abah Ujar, pria 72 tahun asal Waluran, Kabupaten Sukabumi saat memperlihatkan kacang tanah mentah yang ia jual. | Sumber Foto:Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com - Terik matahari nan menyengat tak menyurutkan langkah Abah Ujar, pria 72 tahun yang sehari-hari berjualan kacang tanah di Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Tubuhnya masih tegak, meski sudah tak berusia muda.

Ujar adalah warga Kampung Mareleng, Desa Caringinunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Setiap hari ia berjalan kaki sambil, menempuh jarak belasan kilometer sambil membawa kacang tanah dagangannya dengan cara dipikul.

BACA JUGA: Semangat Janda Tua Ciracap Sukabumi, Mengayuh Sepeda Jualan Sayur

"Dari rumah bawa kacang tanah 30 kilogram. Sudah terjual perkiraan 15 kilogram, tapi dijual per liter Rp 5.000," kata Ujar kepada sukabumiupdate.com, saat tengah melintasi Jalan Waluran-Ciracap, tepatnya di Kampung Batugares, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/4/2019).

Abah Ujar (72 tahun) sedang berjualan kacang tanah berjalan kaki di  Jalan Waluran-Ciracap, tepatnya di Kampung Batugares, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/4/2019). | Sumber Foto: Ragil Gilang

Ujar mengaku hanya mengambil dari petani sebanyak 60 kilogram. Ia membeli seharga Rp 6.000 per kilogram. Sekali berangkat jualan keliling, kata Ujar, ia hanya mampu membawa 30 kilogram. Ujar biasanya berjualan sampai ke wilayah Kecamatan Ciracap.

BACA JUGA: Mengenal Saminem, Wanita Tangguh Asal Cicantayan Sukabumi

"Saya biasanya ambil dulu kacangnya dari petani. Kalau laku, baru dibayar. Dari dulu memang sudah terbiasa jualan. Biasanya jualan coet (cobek, red). Sekarang mumpung lagi panen kacang tanah, jadi jualan kacang tanah dulu," ungkap pria ramah senyum itu.

"Penghasilannya lumayan buat kebutuhan sendiri, karena istri sudah tidak ada. Saya juga tidak mau merepotkan anak-anak saya yang sekarang sudah berkeluarga," pungkasnya seraya pamit, lalu melanjutkan berjualan ke tempat lain.

Reporter : RAGIL GILANG
Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 segala upaya dilakukan, dari mulai penyemprotan disinfektan hingga larangan mudik atau pulang kampung untuk sementara waktu.  Larangan mudik ini berlaku untuk...

SUKABUMIUPDATE.com - Di tengah pandemi corona, semua anggota keluarga terpaksa berada rumah sepanjang hari selama beberapa minggu untuk social distancing. Dilansir dari tempo.co, ini tak hanya membuat orang tua...

SUKABUMIUPDATE.com - Komisi II DPR RI menyatakan sepakat atas penundaan pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 imbas dari pandemi virus corona Covid-19. Dilansir dari suara.com, kesepakatan itu didapat usai Komisi II...

SUKABUMIUPDATE.com - Sejak munculnya wabah virus Corona atau Covid-19, Wedang Jahe Beras Hitam produksi rumah pamer beras hitam Saung Palapah Katersna, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi justru...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya