Menu

22 Jul 2020, 14:13 WIB

Puskesmas Nagrak Sukabumi Evaluasi Pelayanan Usai Dua Nakes Positif Covid-19

Puskesmas Nagrak, Kabupaten Sukabumi. | Sumber Foto: Sukabumiupdate.com/Syahrul Himawan

SUKABUMIUPDATE.com - Protokol kesehatan saat melakukan pelayanan di Puskesmas Nagrak, Kabupaten Sukabumi diperketat usai dua orang tenaga kesehatan atau nakes dinyatakan positif Covid-19, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Dua Nakes Positif Covid-19, Pelayanan Puskemas Nagrak Sukabumi Dibatasi

Bahkan, 64 pegawai Puskesmas Nagrak kembali menjalani rapid test massal dan swab pada Minggu - Senin (19-20/7/2020) lalu. Kepala Puskesmas Nagrak, Yuyun Wahyuni mengatakan, hasil rapid test massal menunjukan seluruh pegawai non-reaktif.

"Tinggal menunggu hasil swab saja. Sekarang pelayanan kepada masyarakat tetap berlanjut, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan maksimum. Pengantar pasien ke puskesmas juga dibatasi," ujar Yuyun saat dihubungi sukabumiupdate.com, Rabu (22/7/2020) melalui sambungan telepon.

BACA JUGA: Sempat Tutup karena Dua Nakes Positif Corona, Puskemas Nagrak Sukabumi Senin Kembali Buka

Ditanya mengenai kondisi dua nakes Puskesmas Nagrak yang terkonfirmasi positif, Yuyun menyebut keduanya kini dalam kondisi yang baik tanpa timbul gejala apapun. "Alhamdulillah saya pantau terus dan kondisinya baik," lanjutnya.

Ia berharap, dari dua kasus baru positif Covid-19 di Nagrak ini, masyarakat bisa lebih sadar dalam menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), baik di rumah tangga, di perkantoran, maupun di tempat umum lainnya.

"Sebetulnya mengenai PHBS, CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), itu sudah sering disampaikan dari dulu. Dan mudah-mudahan kebiasaan PHBS, CTPS dan sebagainya itu bisa terus dilakukan, bukan hanya saat pandemi saja," tandasnya.

Redaktur : HERLAN HERYADIE
E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) dan sejumlah ormas islam meminta pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 ditunda. Bukan tanpa alasan, permintaan itu berangkat dari kekhawatiran mereka bahwa ajang Pilkada...

SUKABUMIUPDATE.com -  Valentino Rossi resmi diumumkan sebagai pembalap Petronas Yamaha untuk musim MotoGP 2021. Pengumuman dilakukan di sela rangkaian MotoGP Catalunya di Barcelona, Spanyol, Sabtu, 26 September 2020. Rossi menandatangani...

SUKABUMIUPDATE.com - Komnas Ham dan sejumlah ormas islam meminta Pilkada serentak 2020 ditunda. Mereka khawatir ajang Pilkada akan meningkatkan kasus Covid-19, karena akan banyak kegiatan pengumpulan massa. Di Kabupaten...

SUKABUMIUPDATE.com - Mahasiswa program studi akuntansi Universitas Nusa Putra menjadi satu-satunya perwakilan dari Sukabumi yang mengikuti olimpiade akuntansi online nasional INSECT (IAI nasional seminar and competition) 4.0 tingkat universitas. Mahasiswa...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya