Menu

08 Jul 2020, 02:00 WIB

TBC Bunuh 13 Orang Indonesia Dalam Sejam, Lebih Parah dari Covid-19?

Petugas kesehatan lapas cipinang merawat pasien yang terinfeksi Tuberculosis (TBC) di rumah tahanan kelas 1 Cipinang Jakarta, Selasa (24/2). | Sumber Foto: Ist

SUKABUMIUPDATE.com - Bukan hanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, Indonesia juga masih dihantui ancaman penyakit TBC atau Tuberculosis.

Dilansir dari Suara.com, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes Republik Indonesia, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, setiap jam, setidaknya ada 13 orang Indonesia yang meninggal dunia karena TBC.

Angka tersebut membuat Indonesia menjadi negara ketiga tertinggi di dunia kematian akibat TBC, persis di bawah India dan China.

"Kita ranking tiga di dunia, jadi artinya bebannya sudah cukup tinggi," ujar dr. Wiendra dalam teleconference di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (7/7/2020).

Di Indonesia sendiri, TBC merupakan penyakit menular penyebab kematian tertinggi di Indonesia. "Juga beban TB sebagai angka kematian juga cukup tinggi. Artinya ada 13 orang per jam orang Indonesia meninggal karena TB," terangnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengestimasi sekitar 840.000 kasus TBC di Indonesia. Dari angka tersebut, hanya 69 persen atau sekitar 540.000 kasus TBC yang ditemukan dan diobati.

Berbeda dengan Covid-19 yang belum ditemukan obatnya, obat TBC  sudah ada dan disediakan secara gratis oleh pemerintah.

Untuk bisa sembuh dari TBC, pasien harus minum obat selama enam bulan penuh. Jika gagal dilakukan, risikonya pasien bisa mengalami resisten obat yang memicu penularan jenis TB yang lebih berbahaya.

"Enam bulan minum obat bosan, akhirnya putus obat, setelah putus obat dia jadi resisten. Kalau dia resisten, dia akan memberikan penularan yang lebih daripada sebelumnya. Jadi sembuhnya tidak sempurna, padahal obat ini disediakan gratis oleh pemerintah," tutupnya.

Sumber: Suara.com

E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com
E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com
Komentar Anda
sukabumiupdate.com tidak bertanggujawab atas komentar yang ditulis. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggujawab komentator seperti yang tertuang dalam UU ITE.

BERITA TERBARU

SUKABUMIUPDATE.com - Rasa gatal pada organ intim perempuam mungkin bisa jadi disebabkan oleh pasangan laki-laki mereka. Bakteri vaginosis, infeksi yang sangat umum yang mempengaruhi hampir satu dari tiga (29...

SUKABUMIUPDATE.com - Soal dugaan klaster Covid-19 , juru Bicara Patra Jasa Rina Martha membenarkan adanya penghentian sementara pembangunan Graha Pertamina.  Mengutip Tempo.co, penghentian dilakukan karena ada prosedur protokol kesehatan yang...

SUKABUMIUPDATE.com - Kapal Rusia MV Rhosus memulai pelayarannya membawa 2.750 ton amonium nitrat dari pelabuhan di Batumi, Georgia dengan tujuan akhir Mozambik di satu hari tahun 2013. Mengutip Tempo.co, kapten...

SUKABUMIUPDATE.com - Penyanyi Widi Mulia tak nampak saat Dwi Sasono diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2020). Menurut pengacara aktor 40 tahun ini, personel B3 tersebut sibuk dengan...

Ikuti Berita
Sukabumi Update Lainnya